Dua Tahun Asta Cita, PTKI dan UIN Melompat ke Panggung Dunia

rctiplus.com
9 jam lalu
Cover Berita
Dua Tahun Asta Cita, PTKI dan UIN Melompat ke Panggung DuniaNasional | okezone | Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:42Dengarkan Berita

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) memaparkan sejumlah capaian sektor Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), khususnya Universitas Islam Negeri (UIN), selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sejumlah program yang dijalankan Kemenag diarahkan untuk meningkatkan reputasi akademik kampus Islam Indonesia di tingkat internasional sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, transformasi PTKI merupakan bagian dari komitmen Kemenag dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, terutama agenda penguatan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan.

“Kalau ditanya apa yang ingin kami capai dari seluruh ikhtiar tersebut, jawabannya sederhana dan sekali lagi ini menjadi amanah Presiden Prabowo, yaitu kami ingin kehadiran negara melalui Kementerian Agama semakin dirasakan masyarakat,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers capaian dua tahun Asta Cita, Senin (19/10/2026).

Baca Juga:Kapuspen TNI Konfirmasi KKB Masih Sandera Sejumlah Warga Sipil di Papua

Di sektor pendidikan tinggi keagamaan, Kemenag berupaya meningkatkan kualitas akademik dan reputasi internasional perguruan tinggi tanpa mengabaikan pemerataan akses bagi masyarakat kurang mampu.

 

Kualitas Riset UIN Masuk Pemeringkatan Dunia

Salah satu capaian yang disoroti Kemenag adalah masuknya sejumlah UIN dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings 2027.

Dalam indikator Research Quality, empat UIN yang disebut mencatatkan capaian tersebut adalah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Capaian tersebut juga disertai dengan masuknya sejumlah guru besar UIN dalam daftar 2 persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia atau World's Top 2 Scientists.

Nasaruddin mengatakan, capaian akademik tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.

“Buktinya, lembaga pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Agama tidak mengecewakan, bahkan di tingkat lanjutan banyak sekali alumni-alumni kita yang diterima di berbagai negara dan universitas terbaik dunia,” tegas Nasaruddin.

Baca Juga:Penyelam Basarnas Temukan 1 Korban KM Virgo Transport 8 di Badan Kapal

KIP Kuliah dan Beasiswa Perluas Akses Pendidikan

Selain mendorong kualitas akademik, Kemenag menyatakan terus memperluas akses pendidikan tinggi melalui program bantuan biaya pendidikan dan beasiswa.

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin mengungkapkan, sepanjang 2025–2026, alokasi anggaran KIP Kuliah menjangkau 289.255 mahasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan dengan nilai mencapai Rp3,032 triliun. Sebanyak 83 persen dari total alokasi tersebut disebut diserap oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Selain KIP Kuliah, Kemenag juga menjalankan program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dan beasiswa percepatan kualifikasi dosen untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia di lingkungan PTKI.

“Bagi kami, yang penting bukan hanya berapa besar dana yang disalurkan, melainkan seberapa besar dampaknya dalam membuka jalan bagi generasi muda untuk berkembang dan berdaya di masa depan,” kata Kamaruddin.

 

Bakom Apresiasi Peran Kemenag dalam Pembangunan SDM

Baca Juga:Anak Diduga Bunuh Ayah Kandung di Banyuasin, Dipicu Persoalan Lahan

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) Syahganda Nainggolan mengapresiasi upaya Kemenag dalam mendorong perguruan tinggi keagamaan menjadi salah satu pilar pembangunan SDM dan penguatan integritas bangsa.

Syahganda menyoroti tiga aspek dari kinerja Kemenag, yakni peran agama dalam memperkuat persatuan nasional, penanaman integritas untuk mencegah budaya korupsi di lembaga pendidikan, serta pengembangan kualitas SDM melalui riset, beasiswa, dan digitalisasi pembelajaran.

“Penyampaian keberhasilan dua tahun Asta Cita ini adalah bagian dari pertanggungjawaban pemerintahan dan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat,” tegas Syahganda.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi menjadi ruang dialog antara pemerintah dan media massa untuk mengawal pelaksanaan program Kemenag agar manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
HUT ke-75 Humas Polri, Divhumas Polri Gelar Donor Darah Serentak Bersama Media
• 10 jam lalu
0
thumb
Mimpi Marc Klok Ingin Pensiun di Persib
• 6 jam lalu
0
thumb
Kronologi Lesti Kejora Ditegur Menantu Siti Nurhaliza, Berawal dari Sikap Timnya yang Dinilai Sombong hingga Berujung Klarifikasi
• 11 jam lalu
0
thumb
3 Kali Terbang dalam Sehari, TNI AU Tingkatkan Operasi Hujan Buatan di Kalimantan untuk Atasi Karhutla
• 24 menit lalu
0
thumb
Harga Nikel Tertekan, 4 Perusahaan China Pertimbangkan Pengurangan Produksi di RI
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.