Hal itu disampaikan dalam pelatihan literasi digital bagi para pendidik serta meninjau langsung kesiapan sejumlah sekolah di Kudus. Pelatihan bertema "Implementasi Digitalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar" yang digelar bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) diikuti oleh ratusan guru, khususnya dari jenjang sekolah dasar di wilayah Demak, Kudus, dan Jepara .
"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital di satuan pendidikan yang telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional," ujar Rerie dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2026.
Rerie menyinggung realitas anak-anak yang kini tumbuh sebagai digital native. Namun, kedekatan mereka dengan gawai tidak serta-merta dibarengi dengan kecakapan menggunakan teknologi secara aman dan produktif.
Ia mengingatkan peran guru, tidak tergantikan oleh kecerdasan artifisial (AI) sekalipun. "Tanpa pemahaman yang utuh, ini bisa menjadi alat yang bisa jadi pisau yang menusuk diri kita sendiri," tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
Rerie menekankan literasi digital yang utuh bagi pendidik adalah prasyarat agar pemanfaatan teknologi berjalan aman dan efektif, bukan sekadar formalitas. Sinergi antara DPR RI dan Kemendikdasmen dinilai krusial untuk mengatasi keterbatasan jangkauan wilayah serta infrastruktur di daerah.
Baca Juga :
Tunjangan Guru 2026 Naik, MPR Minta Kualitas Jangan Jalan di TempatProgram pelatihan diharapkan dapat diintervensi secara tepat sasaran, tidak lagi bersifat seragam dari pusat melalui pemetaan akurat bersama Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II tersebut.
Dalam kesempatan itu, Rerie juga mengunjungi sejumlah sekolah di Jepara dan Kudus. Ia meninjau program revitalisasi fasilitas pendidikan di SMP 1 Mayong, SMA 1 Nalumsari, Jepara dan SMK NU Banat, Kudus.
Dia mengapresiasi progres revitalisasi di SMK NU Banat, Kudus yang telah mencapai 60 persen. Rerie mengagumi karya desain busana dan kriya para siswi yang memiliki kualitas tinggi.
"Bahkan, kalau tidak tahu itu produk desain Kudus, mungkin saya sudah mengira dari mancanegara," ujar dia.
Menurut dia, fasilitas praktik yang memadai adalah kunci agar kreativitas siswa terus terasah. Sementara itu, di SMA 1 Nalumsari, persoalan klasik ruang kelas menjadi perhatian.
Kepala Sekolah Rhokis Setiawati mengungkapkan sekolahnya memiliki 24 ruang kelas, sementara kebutuhan ideal mencapai 27 ruang. Kekurangan tersebut memaksa pihak sekolah memanfaatkan laboratorium dan perpustakaan untuk kegiatan belajar mengajar.
Rerie berharap program revitalisasi yang tengah berjalan dapat segera menuntaskan kebutuhan sarana tersebut. Dia menegaskan fungsi pengawasan dan anggaran di Komisi X DPR RI difokuskan pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Ia mengingatkan pembangunan infrastruktur pendidikan harus dibarengi dengan perawatan dan peningkatan kapasitas guru. Rerie berharap para guru yang telah mengikuti pelatihan dapat segera menerapkan pengetahuan yang diperoleh sehingga digitalisasi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan bagi peserta didik di wilayah tersebut.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Digitalisasi Pendidikan Tak Cuma Gawai, Rerie Tekankan Literasi Guru Jadi Kunci! Klik untuk baca: https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/4ba1vYZb-digitalisasi-pendidikan-tak-cuma-gawai-rerie-tekankan-literasi-guru-jadi-kunci
(REN)






Komentar (0)