Gak Jujur ke Istri soal Penghasilan, Dosakah? Ini Penjelasan Buya Yahya

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Tidak semua suami terbuka mengenai jumlah penghasilan yang diperolehnya setiap hari. Ada yang memilih menyimpan sebagian uang untuk kebutuhan mendadak atau tabungan keluarga, tetapi ada pula yang sengaja menyebut nominal lebih kecil kepada istri. Lantas, apakah tindakan tersebut termasuk dosa dalam Islam?

Pertanyaan itu disampaikan seorang pria bernama Sabar dari Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, kepada pendakwah Buya Yahya. Ia mengaku terkadang mendapatkan penghasilan Rp500.000 dalam sehari, tetapi hanya memberitahu istrinya bahwa uang yang diperoleh sebesar Rp300.000. Sisa uang tersebut disimpan sebagai persiapan apabila suatu hari ia tidak mendapatkan penghasilan.

Baca Juga :
Gaji Suami Gak Cukup Buat Nafkah? Buya Yahya Ungkap Sikap yang Sebaiknya Dilakukan Istri
Buya Yahya Ungkap Tanda Doa Tidak Dikabulkan Allah, Ternyata Bisa Berawal dari Sikap Ini

Melalui penjelasannya, Buya Yahya mengingatkan bahwa berbohong bukanlah tindakan yang dibenarkan. Namun, ia juga menjelaskan bahwa suami tidak selalu berkewajiban menyampaikan secara terperinci jumlah pemasukan yang diperolehnya kepada istri.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Buya Yahya memahami bahwa Sabar memiliki alasan untuk menyimpan sebagian penghasilannya. Uang itu dipersiapkan sebagai cadangan apabila pendapatan pada hari berikutnya berkurang atau bahkan tidak ada.

Meski demikian, Buya Yahya menekankan pentingnya kejujuran dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, suami sebaiknya tidak perlu berbohong apabila ingin menyisihkan sebagian uang untuk tabungan.

“Mohon maaf berbohong itu tidak dibenarkan, tidak baik,” ujar Buya Yahya dalam penjelasannya yang dikutip dari YouTube pada Selasa (20/10/26). 

Ia menyarankan agar suami dan istri membangun kesepahaman mengenai pengelolaan keuangan. Apabila istri dapat diajak bekerja sama, suami bisa menyampaikan penghasilan yang sebenarnya dan mendiskusikan pembagian uang untuk kebutuhan sehari-hari maupun tabungan.

Buya mencontohkan, suami dapat mengajak istri mengatur pendapatan bersama agar sebagian uang bisa disimpan untuk menghadapi kebutuhan pada masa mendatang.

Buya Yahya juga menjelaskan bahwa setiap pasangan memiliki karakter dan kebiasaan yang berbeda dalam mengelola keuangan. Ada istri yang mampu mengatur uang dengan baik, gemar bersedekah, serta memahami pentingnya menabung. Namun, ada pula pasangan yang dinilai kurang cermat dalam membelanjakan uang.

Menurut Buya, seorang suami tidak memiliki kewajiban untuk selalu memberi tahu secara terperinci seluruh pemasukan yang diperolehnya. Hal yang menjadi kewajiban suami adalah memenuhi nafkah istri secara cukup sesuai dengan kemampuannya.

Baca Juga :
Buya Yahya Ungkap Sunnah Keluar Masjid, Ternyata Bisa Amalkan Dua Anjuran Sekaligus
Buya Yahya Ungkap Alasan Tak Boleh Rakus dan Pelit, Kebiasaan Kecil Ini Ternyata Berkaitan dengan Adab
Takut Pikun saat Tua? Buya Yahya Ungkap Amalan dan Sikap yang Perlu Dilakukan dalam Islam

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Persijap Terpuruk, Dewa United Tetap Siaga Hadapi Kejutan
• 7 jam lalu
0
thumb
[FULL] Mampukah IHSG Rebound Tanpa Asing? Analis Pasar Modal Pertanyakan BEI | KOMPAS BISNIS
• 6 jam lalu
0
thumb
Berkas Perkara Silmy Karim Dilimpahkan ke Pengadilan, JPU Tunggu Jadwal Sidang
• 22 jam lalu
0
thumb
Festival Literasi 2026, Sekda Pangkep Serahkan Hadiah ke Pemenang Lomba Resensi Buku
• 6 jam lalu
0
thumb
Pemkab Deli Serdang Bangun Drainase ke Sungai Hamparan Perak untuk Cegah Banjir
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.