Dua Tahun Prabowo-Gibran, Deretan Anggaran Fantastis Ini Jadi Sorotan Publik!

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasuki usia dua tahun pada 20 Oktober 2026. 

Selama periode tersebut, sejumlah pos anggaran negara mencatat nilai yang sangat besar, mulai dari pendidikan, perlindungan sosial, kesehatan, hingga pertahanan.

Di sisi lain, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga terus berkembang. APBN 2027 yang disahkan DPR pada 29 September 2026 menetapkan target pendapatan negara sebesar Rp3.435,10 triliun dan belanja negara mencapai Rp4.106,26 triliun.

Dengan komposisi tersebut, defisit APBN 2027 ditetapkan sebesar Rp671,16 triliun atau sekitar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Besarnya anggaran tersebut menunjukkan skala belanja pemerintah yang semakin luas. Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada nominalnya. 

Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana anggaran digunakan, siapa yang menerima manfaatnya, serta sejauh mana program pemerintah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah pos anggaran pada era Prabowo-Gibran pun menjadi sorotan karena nilainya mencapai ratusan triliun rupiah. 

Berikut gambaran perkembangan anggaran pendidikan, perlindungan sosial, kesehatan, dan pertahanan berdasarkan data yang disampaikan.

BACA JUGA:Fantastis! Harta Prabowo Naik Rp4,52 Miliar, Total Kekayaan Tembus Rp2 Triliun, Ini Rincian Asetnya

1. Anggaran Pendidikan 2027

Salah satu pos anggaran terbesar yang menjadi perhatian adalah sektor pendidikan. Dalam APBN 2025, anggaran fungsi pendidikan ditetapkan sebesar Rp724,26 triliun berdasarkan Undang-Undang Nomor 62 Tahun 2024.

Nilainya kemudian meningkat menjadi Rp769,09 triliun pada APBN 2026. Selanjutnya, anggaran pendidikan untuk APBN 2027 disebut mencapai Rp824 triliun, sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa pada 9 Oktober 2026.

Angka tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan peningkatan alokasi anggaran pendidikan dari tahun ke tahun. 

Namun, besarnya anggaran tidak otomatis berarti seluruh dana digunakan secara langsung untuk sekolah, guru, maupun kebutuhan belajar siswa.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masuknya pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam anggaran pendidikan.

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • »
  • Last

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kualitas Udara Jakarta Memburuk Imbas Karhutla, Warga Diimbau Jaga Kesehatan
• 8 jam lalu
0
thumb
Debut Manis Amar Brkic Bersama Borneo FC Samarinda: Langsung Beraksi di AFC Challenge League
• 5 jam lalu
0
thumb
Inter Milan Ulangi Rekor Poin Terbaik, Kutukan Gagal Scudetto Kini Menghantui Skuad Chivu
• 23 jam lalu
0
thumb
Legislator Minta Bekas Karhutla Ditanami Sawit Diusut: Cederai Hati Rakyat
• 15 jam lalu
0
thumb
Ratusan Orang Suarakan Kepedulian Lingkungan Lewat Doa dan Lilin
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.