Kemenekraf mendampingi pelaku kreatif Batam kulik strategi penjualan

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendampingi 55 pelaku usaha ekonomi kreatif di Batam, Kepulauan Riau, melalui program Aktivasi Creative Hub: Workshop Sinergi Desain membahas penguatan identitas visual, kemasan produk, hingga strategi pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing usaha lokal.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan pendampingan ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk ekonomi kreatif, khususnya melalui penguatan desain, kemasan, dan strategi pemasaran.

“Kami ingin pelaku usaha di daerah tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga menjadi local hero, lalu national champion, dan go global,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dalam pelaksanaannya, workshop menghadirkan materi desain dan strategi pemasaran untuk membantu pelaku usaha mengembangkan produk sekaligus menjangkau konsumen.

Pada sesi desain, peserta mempelajari pentingnya kemasan dalam mempengaruhi keputusan konsumen. Desain perlu menarik perhatian, sementara informasi produk harus mampu membangun kepercayaan.

Desainer komunikasi visual Edo Tirtadarma sebagai pemberi materi menyoroti potensi keunikan lokal, seperti pemanfaatan limbah gonggong khas Batam, untuk membangun identitas dan cerita produk yang membedakannya dari kompetitor.

Sementara itu, materi pemasaran yang disampaikan Ardyansyah membahas integrasi branding, pemasaran (marketing), dan penjualan (selling) agar promosi digital berujung pada transaksi. Instagram dan TikTok dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk, WhatsApp Business untuk berkomunikasi dengan pelanggan, sedangkan marketplace memfasilitasi penjualan.

Peserta juga berkesempatan untuk konsultasi privat (one-on-one) guna mengevaluasi desain, kemasan, dan strategi pemasaran sesuai kebutuhan masing-masing usaha.

Direktur Arsitektur dan Desain Kemenekraf Megawati Panjaitan mengatakan, peningkatan kualitas produk membutuhkan pendampingan dan praktik nyata agar pelaku usaha dapat berkembang.

“Produk kreatif tidak cukup hanya menarik, tetapi harus memiliki nilai tambah agar mampu bersaing. Hari ini kami hadir bersama pembicara yang sudah sangat berpengalaman di bidang arsitektur dan desain, untuk berbagi pengetahuan, wawasan, serta praktik nyata yang dapat diterapkan langsung oleh para pelaku ekonomi kreatif di Batam, agar pelaku ekonomi kreatif kita benar-benar bisa naik kelas,” kata Megawati.

Salah satu peserta workshop, Rika, pelaku usaha parfum merek Youidn, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan Aktivasi Creative Hub: Workshop Sinergi Desain Kemenekraf.

Ia menilai, pembahasan kemasan produk secara mendetail membantu pelaku usaha kreatif memahami aspek desain yang perlu diperbaiki agar produk memiliki tampilan lebih menarik dan kompetitif.

Wakil Direktur II Batam Tourism Polytechnic Syafruddin Rais mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi akademisi, desainer profesional, dan pelaku usaha berperan penting dalam memperkuat identitas produk lokal sekaligus membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Batam.

Kemenekraf berharap sinergi antara pemerintah, akademisi, desainer profesional, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat sehingga ekosistem ekonomi kreatif di Batam semakin berkembang, melahirkan produk-produk unggulan, serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Industri animasi jadi motor utama dalam pertumbuhan ekraf nasional

Baca juga: Menekraf puji Nongsa Digital Park Batam dorong ekraf nasional


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pusat Kota Surabaya Sempat Gelap Gulita, Ada Gangguan Pasokan Listrik
• 22 jam lalu
0
thumb
Ada Krisis Empati yang Berujung Tewasnya Anak Berkebutuhan Khusus di Surabaya
• 23 jam lalu
0
thumb
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Diimbau Waspadai Hoaks dan Disinformasi
• 21 jam lalu
0
thumb
Waspada! Kualitas Udara Maros Tidak Sehat
• 8 jam lalu
0
thumb
Bakom RI apresiasi rekor tertinggi indeks kerukunan umat beragama
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.