Respons Polisi Atas Aksi Greenpeace di HI: Spanduk Dicopot, Aktivis Dievakuasi

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Spanduk raksasa oleh koalisi aktivis Greenpeace Indonesia di Monumen Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Selasa pagi (20/10) diturunkan oleh aparat. Tak hanya itu, enam aktivis pembentang spanduk kini dievakuasi dari Bundaran HI.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold Hutagalung mengatakan enam aktivis itu terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan. Menurutnya, salah satu aktivis perempuan terlihat lemas saat turun dari monumen dan langsung dibawa dengan ambulans untuk ditangani klinik Biddokkes Polda Metro Jaya.

"Keenam orang itu dapat kita evakuasi dan tidak satu pun yang tertinggal di atas," kata Reynold di Jakarta, Selasa (20/10) dikutip dari Antara.

Reynold mengatakan menghormati hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi memperhatikan keselamatan.

Dia beralasan Bundaran HI merupakan cagar budaya seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010. "Kami mengimbau kepada saudara-saudara kami yang akan menyampaikan pendapat agar tidak mencederai perjuangan dalam ekspresi.

ksi bentang spanduk raksasa oleh koalisi aktivis Greenpeace Indonesia di Monumen Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat, diwarnai penertiban oleh aparat kepolisian pada Selasa pagi (20/10).

Aksi panjat monumen yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB tersebut membawa pesan kritik terhadap efektivitas penanganan bencana ekologis serta lonjakan beban hidup masyarakat akibat perubahan iklim.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pesan dalam spanduk berlatar kuning tersebut menyoroti korelasi antara parahnya bencana iklim dan meningkatnya beban ekonomi warga, serta mendesak pemerintah mengambil langkah nyata menurunkan biaya hidup.

Sekitar pukul 09.30 WIB, petugas kepolisian berupaya menertibkan atribut protes dengan memanjat tiang monumen. Langkah tersebut memicu pelepasan spanduk oleh para pemanjat yang masih bertahan di atas ikon Jakarta tersebut.

Reynold berulang kali mengimbau para aktivis untuk mengutamakan keselamatan dan segera turun. Evakuasi berangsur dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB menggunakan peralatan rope access yang dikaitkan ke kendaraan pemadam kebakaran.

Para aktivis yang berhasil dikumpulkan langsung diarahkan ke dalam ambulans kepolisian untuk dibawa ke Polda Metro Jaya guna pemeriksaan lebih lanjut.

Saat dievakuasi, perwakilan aktivis menegaskan bahwa krisis iklim telah mengancam akses hunian dan kehidupan yang layak bagi warga. Hingga siang hari, proses penanganan terhadap sisa aktivis yang masih berada di atas monumen masih terus berlangsung.

Aksi lingkungan ini bertepatan dengan gelombang pengamanan ketat di pusat ibu kota seiring adanya rencana unjuk rasa evaluasi dua tahun kepemimpinan prabowo gibran di sejumlah titik strategis.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prediksi Isenmulang Vs Java United di BRI Super League: Bisa Menang Lagi?
• 10 jam lalu
0
thumb
Cegah Pengangguran, Pemkot Perpanjang SK 6.472 PPPK
• 7 jam lalu
0
thumb
Suahasil Nazara Pastikan Efisiensi Anggaran hingga Akhir 2026, Program Prioritas Prabowo Tetap Jalan
• 6 jam lalu
0
thumb
SMAN 3 Palu juara LCC BPJS Kesehatan 
• 13 jam lalu
0
thumb
Perahu Terbalik dan Tabrak Kapal Patroli, 12 Tewas di "Jalur Tengkorak"
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.