HUT Sulsel ke-357, Kadin Dorong Pertumbuhan Berkualitas

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Momentum Hari Jadi ke-357 Sulsel menjadi kesempatan untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui peningkatan investasi, hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penciptaan lapangan kerja.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) memandang pertumbuhan ekonomi daerah perlu diikuti penguatan sektor produktif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mencapai 5,43 persen sepanjang 2025 menjadi modal penting untuk menjaga momentum pembangunan.

Menurut AIA, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut mampu meningkatkan produktivitas dunia usaha, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Dalam perspektif dunia usaha, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari besarnya angka produk domestik regional bruto (PDRB).

Kualitas pertumbuhan juga perlu diukur melalui peningkatan investasi, berkembangnya industri pengolahan, bertambahnya pelaku usaha yang naik kelas, serta meningkatnya pendapatan masyarakat.

“Momentum HUT Sulsel ini, perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi kebijakan ekonomi sekaligus memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” beber AIA pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini menuturkan bahwa salah satu agenda yang perlu didorong adalah peningkatan investasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian Sulsel.

“Investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas bisnis, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan membuka peluang kemitraan bagi pengusaha lokal,” tuturnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulsel ini menuturkan bahwa Sulsel memiliki potensi besar pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, dan industri pengolahan.

Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui hilirisasi agar komoditas unggulan daerah dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.

Pengembangan industri pengolahan berbasis komoditas lokal juga dapat memperkuat rantai pasok, meningkatkan daya saing produk, dan membuka peluang ekspor.

“Untuk mewujudkan itu, pemerintah perlu memperkuat kepastian hukum, menyederhanakan perizinan, memperbaiki infrastruktur logistik, serta memastikan kebijakan investasi berjalan konsisten,” bebernya.

Kadin sebagai wadah dunia usaha dapat berperan menjembatani kebutuhan investor dengan potensi daerah, sekaligus mempertemukan perusahaan besar dengan pelaku usaha lokal agar manfaat investasi tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.

Selain investasi, menurutnya, penguatan UMKM perlu menjadi prioritas dalam pembangunan ekonomi Sulsel. Sektor ini memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dan menyediakan kesempatan kerja.

“Tapi pelaku UMKM masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses pembiayaan, teknologi, peningkatan kualitas produk, dan perluasan pasar,” ucap Ketua DPD Gerindra Sulsel ini.

Karena itu, AIA menekankan bahwa kebijakan pengembangan UMKM perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, bukan hanya pemberian bantuan modal.

Pendampingan manajemen, digitalisasi, sertifikasi produk, penguatan merek, dan akses terhadap pasar yang lebih luas perlu berjalan secara berkelanjutan.

AIA menambahkan bahwa kemitraan dengan perusahaan besar juga perlu diperluas agar UMKM dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri, perdagangan, perhotelan, dan sektor ekonomi lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan ekonomi dapat membuka peluang bagi lebih banyak pelaku usaha lokal untuk berkembang dan meningkatkan skala bisnisnya.

Infrastruktur dan Kepastian Berusaha

Andi Iwan Darmawan Aras juga mendorong peningkatan daya saing ekonomi Sulsel dengan membutuhkan infrastruktur yang mampu menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang.

Pembangunan jalan, pelabuhan, fasilitas pergudangan, serta infrastruktur pendukung sentra produksi perlu diarahkan berdasarkan kebutuhan ekonomi dan potensi setiap wilayah.

Konektivitas yang lebih baik akan membantu petani, nelayan, dan pelaku industri memasarkan produknya dengan lebih efisien. Pada saat yang sama, infrastruktur yang memadai dapat meningkatkan daya tarik investasi dan memperluas jangkauan pasar produk Sulsel.

Pemerintah juga perlu menjaga kepastian regulasi dan meningkatkan koordinasi antarlembaga agar pelaku usaha memiliki kejelasan dalam merencanakan investasi jangka panjang.

“Kebijakan ekonomi yang konsisten menjadi penting karena keputusan investasi tidak hanya mempertimbangkan potensi pasar, tetapi juga kepastian usaha, ketersediaan tenaga kerja, dan efisiensi operasional,” jelas AIA.

Dalam momentum HUT ke-357 Sulsel, keberhasilan pembangunan ekonomi perlu dilihat dari sejauh mana pertumbuhan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

AIA mengungkapkan bahwa indikator pertumbuhan perlu dibaca bersama perkembangan kemiskinan, pengangguran, upah, daya beli, dan pemerataan kesempatan ekonomi.

Pemerintah dan dunia usaha perlu memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Program pelatihan vokasi, peningkatan keterampilan digital, dan pengembangan kewirausahaan dapat menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kompetensi tenaga kerja lokal.

Di sisi lain, penguatan sektor pangan dan pertanian tetap penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok, sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Peringatan HUT Sulsel diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat arah pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan tinggi, tetapi juga menciptakan ekonomi yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” lanjut AIA.

Dengan sinergi pemerintah dan dunia usaha, Sulsel memiliki peluang untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

“Kuncinya terletak pada kebijakan yang konsisten, investasi yang produktif, penguatan UMKM, serta kemampuan mengubah potensi sumber daya daerah menjadi nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tutup AIA.(ams)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Saham Bank Kompak Menghijau, Ada yang Melesat Hingga 13%
• 8 jam lalu
0
thumb
Harga LNG Asia Tembus USD 30,4 per MMBTU, Tertinggi Sejak 2022
• 6 jam lalu
0
thumb
Asia-Pasifik Diperkirakan Catatkan Peningkatan Permintaan Semikonduktor Terbesar 3 Tahun Mendatang
• 1 jam lalu
0
thumb
BTN Kaji Opsi Buyback Saham di Tengah Dinamika Pasar Modal
• 2 jam lalu
0
thumb
Mathew Baker Blak-blakan tentang Keputusan Membela Timnas Indonesia ketimbang Australia: Bukan Perkara Tentang Memilih
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.