Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia sore ini menggelar aksi di Tugu Tani, Jakarta Pusat. Dalam aksinya nanti, mereka akan mengajukan lima tuntutan.
BEM UI mengatakan aksi yang digelar bersamaan dengan dua tahun jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Dua tahun perjalanan rezim Prabowo-Gibran, apa yang benar-benar dirasakan oleh rakyat? Hutan kita masih terus dibakar dengan asap mengepung permukiman," demikian bunyi unggahan BEM UI dalam akun Instagram mereka, Senin (20/10).
Lima tuntutan BEM UI dalam aksi sore nanti adalah:
1. Tetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional, adili korporasi, dan pulihkan ekosistem
2. Benahi tata kelola kebijakan ekonomi untuk memberantas ketimpangan sosial
3. Hentikan peneympitan ruang sipil dan militerisasi
4. Berantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
5. Turunkan biaya pendidikan serta wujudkan sistem pendidikan yang mengabdi pada rakyat.
Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga telah menggelar mimbar bebas bertajuk “Indonesia Bebas”, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Selain BEM UI, aksi ini diikuti mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, dan sejumlah kampus lainnya.
Dalam orasinya, Staf Sosial Politik BEM Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Muhamad Al Farrel menuntut pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dinilai menghambat kemajuan Indonesia.
“Kami tegaskan, cukup sudah. Mari berantas segala bentuk KKN, korupsi, kolusi, dan nepotisme yang menghambat kemajuan di negeri ini,” ujar Farrel.





Komentar (0)