TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat jenis NC-212 bernomor registrasi A-2107 melakukan misi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan, terutama Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sebagai upaya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Lanud Sjamsudin Noor memfasilitasi penuh OMC menggunakan pesawat TNI AU melalui apron Bandara Internasional Syamsudin Noor,” kata Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita Komandan Lanud Sjamsudin Noor di Banjarbaru, Selasa (20/10/2026), dilansir Antara.
Dia menyampaikan bahwa pangkalan udara menjadi pilar utama pergerakan Satgas Militer Udara Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla.
Misi udara strategis yang diawasi Danlanud ini dipimpin oleh Mayor Pnb Candra Ary W dengan melintasi kawasan rawan karhutla di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan sekitarnya.
Pelaksanaan misi udara diawali pada sortie pertama di atas wilayah Palangka Raya pada ketinggian 8.000 hingga 10.000 kaki.
Pesawat menerjunkan bahan semai dry Iice sebanyak 567 kilogram dengan durasi terbang 2 jam 5 menit, disusul sortie kedua di Palangka Raya dan Barito Kuala mengangkut 800 kilogram bahan semai NaCl selama 1 jam 50 menit.
Danlanud menegaskan jajarannya mengerahkan seluruh potensi pangkalan demi menyukseskan OMC.
Dia pastikan tersedianya fasilitas pendukung penerbangan dan kesiapan personel agar seluruh tahapan penaburan bahan semai di udara berjalan presisi, aman, serta tepat sasaran.
“Lanud Sjamsudin Noor berkomitmen memaksimalkan seluruh kesiapan pangkalan dan fasilitas penerbangan dari apron Bandara Internasional Syamsudin Noor,” tegasnya.
Kesiapsiagaan penuh ini adalah kontribusi nyata TNI AU dalam mempercepat mitigasi karhutla serta melindungi masyarakat dari polusi asap.
“Langkah taktis penanganan karhutla secara terpadu ini diharapkan mampu menekan potensi titik api secara berkelanjutan demi menciptakan ruang udara dan lingkungan yang aman,” ujar Danlanud.(ant/fia/kir/ham)





Komentar (0)