jpnn.com, JAKARTA - Tepat dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berbagai capaian dan langkah strategis pemerintah di sektor pangan, pendidikan, kesehatan, energi, investasi, hingga perumahan menjadi perhatian.
Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo menilai berbagai kebijakan pemerintahan Prabowo mulai menunjukkan hasil di sejumlah sektor strategis.
BACA JUGA: Refleksi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Waketum MUI: MBG & Sekolah Rakyat Program Prorakyat
Menurutnya, capaian pembangunan perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari upaya memperkuat ketahanan pangan, investasi, program sosial, perumahan rakyat, serta penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
"Banyak capaian yang patut diapresiasi selama hampir dua tahun pemerintahan Prabowo, meskipun pelaksanaan berbagai program tetap perlu dikawal agar manfaatnya semakin luas," kata Anshar di Jakarta, Selasa (20/10).
BACA JUGA: Benarkah Angka Kemiskinan Menurun di Era PrabowoâGibran? Simak!
Menurut mantan Waketum DPP KNPI ini, momentum dua tahun pemerintahan yang jatuh pada 20 Oktober 2026 menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana kebijakan strategis negara diarahkan bagi kepentingan masyarakat, khususnya rakyat kecil, petani, nelayan, pekerja, pelaku UMKM, serta keluarga berpenghasilan rendah.
Lebih lanjut, kata dia, salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah ketahanan pangan.
BACA JUGA: Komunitas Diaspora Indonesia di Amerika Sampaikan Dukungan kepada Presiden Prabowo
Pemerintah berhasil produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan turunnya harga eceran pupuk bersubsidi yang meringankan para petani.
"Langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat produksi pangan nasional sekaligus membantu petani menghadapi biaya produksi sehingga kepastian penyerapan hasil panen, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani," cetus Anshar.
Di bidang kesejahteraan sosial, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi sejumlah program prioritas yang mendapat perhatian dalam evaluasi dua tahun pemerintahan.
Program MBG telah menjangkau 62 juta penerima manfaat. Pemerintah juga menyampaikan pembangunan 265 Sekolah Rakyat, renovasi 30 ribu sekolah, serta 108 juta layanan Cek Kesehatan Gratis,
"Walau beberapa program seperti MBG menuai problem namun ini menjadi hal penting untuk selalu kita kawal bersama untuk melakukan terus pembenahan," ujarnya.
Program-program tersebut menyasar kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak, perluasan akses pendidikan, hingga pemeriksaan kesehatan.
Pelaksanaannya tetap membutuhkan pengawasan yang kuat agar bantuan tepat sasaran, kualitas makanan terjaga, fasilitas pendidikan berfungsi dengan baik, dan pelayanan kesehatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Yang paling bermanfaat bagi hajat hidup orang banyak, menurut Anshar penyediaan rumah layak huni juga menjadi salah satu agenda yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Program pembangunan tiga juta rumah dan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni diarahkan untuk memperluas akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Keberlanjutan program ini perlu didukung pembiayaan yang terjangkau, pembangunan infrastruktur dasar di kawasan hunian yang memadai dan terpenuhinya kebutuhan primer masyarakat kita dalam memiliki tempat tinggal layak," katanya.
Selanjutnya banyak sektor yang akan terus di pacu, mulai dari sektir energi, hilirisasi, dan Penguatan ekonomi nasional dan penegakan hukum.
"Berbagai capaian yang dilaporkan pemerintah menunjukkan luasnya agenda pembangunan selama dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, evaluasi tetap diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan hasil yang dapat dirasakan masyarakat," tegas Anshar.(fri/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur & Reporter : Friederich Batari





Komentar (0)