Respons Inara Rusli Usai Mantan Sopir Jadi Tersangka Kasus Dugaan Akses Ilegal

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kuasa hukum Inara Rusli, Lechumanan, menyebut laporan dugaan akses ilegal yang dilayangkan kliennya ke Bareskrim Polri telah menunjukkan titik terang dengan menetapkan seseorang sebagai tersangka.

Sosok tersebut bernama Agung, yang disebut merupakan mantan sopir Inara Rusli. Lechumanan mengatakan, Agung telah ditangkap dan ditahan oleh penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri.

“Dalam perkara tersebut telah ditetapkan tersangka. Yaitu Saudara Agung telah ditetapkan tersangka ilegal akses oleh Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri,” kata Lechumanan dalam konferensi pers bersama Inara Rusli dan tim kuasa hukumnya.

“Yang bersangkutan telah dilakukan penangkapan dan penahanan oleh Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri. Jadi saat ini yang bersangkutan sedang ditahan oleh penyidik Mabes Polri,” sambungnya.

Meski satu tersangka telah ditetapkan, tim kuasa hukum Inara meminta penyidik mengembangkan perkara tersebut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Lechumanan menduga ada rangkaian peristiwa yang melibatkan sejumlah pihak, mulai dari pengambilan rekaman hingga penyebarannya. Menurut dia, perkara tersebut tidak seharusnya berhenti pada satu tersangka.

“Saya minta Direktorat Siber jangan hanya berhenti di Agung. Saya minta Direktorat Siber untuk kemudian mengembangkan, siapa-siapa saja yang terlibat,” tuturnya.

Ia juga meminta kejaksaan meneliti perkara tersebut secara menyeluruh ketika menerima berkas dari penyidik. Lechumanan berharap proses hukum dapat mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam rangkaian peristiwa itu.

“Saya minta Ibu Jaksa tolong periksa perkara ini dengan teliti. Tolong dikembangkan sampai ke ujung, jangan hanya mati suri di Agung aja,” tegas Lechumanan.

Sementara itu, kuasa hukum Inara lainnya, Tommy Tri Yunanto, menjelaskan bahwa motif Agung dalam dugaan pengambilan rekaman CCTV milik Inara masih terus didalami. Ia menilai rangkaian peristiwa dan bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut perlu diperiksa secara utuh.

“Nah, itulah yang motifnya sampai saat ini kita masih bias. Kenapa bias? Ada yang dibilang A, ada yang dibilang B, sehingga itu tidak fokus kepada apa yang sebenarnya,” ucap Tommy.

Tommy menambahkan, pihaknya menghormati proses penyidikan yang berjalan. Namun, ia berharap pemeriksaan terhadap berkas perkara dapat dilakukan secara cermat sebelum kasus berlanjut ke persidangan.

“Kita hargai proses penyidikan, pertersangkaan itu kita hargai. Tetapi dalam hal ini nanti yang menjadi PR, yang menjadi bumerang nanti pada waktu persidangan,” tutup Tommy.

Tanggapan Inara Rusli Usai Mantan Sopir Jadi Tersangka

Inara Rusli mengaku merasakan perasaan campur aduk setelah Agung, mantan sopirnya, ditetapkan sebagai tersangka dalam laporan kasus akses ilegal terkait rekaman CCTV di rumahnya. Ia merasa lega karena perkara yang selama ini menjadi pertanyaan publik mulai menemukan titik terang.

“Sebenernya campur aduk sih perasaannya. Ya lega karena apa yang menjadi perasaan saya selama ini, kegalauan saya tentang fakta ini semua yang banyak orang mempertanyakan apakah ini benar atau tidak, padahal yang saya alami ini murni fakta dan saya punya banyak bukti,” kata Inara.

Inara mengatakan dirinya tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia memilih tidak membuka seluruh bukti yang dimilikinya kepada publik.

“Saya tetap menghargai proses hukum yang sudah berjalan. Saya menghargai Indonesia sebagai negara hukum, maka saya tidak memilih untuk membuka di publik semua bukti-buktinya dan alasan kenapa ini semua bisa terjadi,” jelasnya.

Inara juga berharap pihak-pihak yang merasa terlibat dalam perkara tersebut bersedia mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Ia ingin persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik, terutama demi masa depan anak-anak mereka.

“Saya berharap kalau pihak-pihak yang merasa terlibat di balik ini semua bisa beriktikad baik untuk mengaku, meminta maaf, dan sama-sama kita cari jalan keluar yang terbaik. Kita semua harus memikirkan masa depan anak-anak kita masing-masing,” tuturnya.

Terkait Agung, Inara mengaku tidak pernah menaruh curiga kepadanya. Ia bahkan masih menyebut mantan pekerjanya itu dengan panggilan ‘Bapak Agung’ karena menghormatinya, meski hubungan kerja mereka sudah berakhir.

“Sama sekali saya enggak pernah curiga karena saya enggak pernah merasa punya konflik dengan Saudara Agung. Bahkan saya sampai hari ini masih memanggil beliau ‘Bapak Agung’. Walaupun sudah enggak bekerja dengan saya, saya menghormati beliau,” kata Inara.

Inara mengaku sakit hati karena merasa telah menaruh kepercayaan besar kepada Agung. Namun, ia mengatakan masih memiliki perasaan kemanusiaan terhadap mantan pekerjanya itu dan keluarganya.

“Walaupun saya juga merasa sakit hati karena sudah percaya sekali, tapi saya masih ada perasaan manusiawi. Saya masih memandang beliau dan keluarganya dan anak-anaknya. Saya berharap kita bisa sama-sama mencari solusi,” ungkapnya.

Inara juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memecat Agung. Ia menjelaskan bahwa hubungan kerja mereka sempat diwarnai evaluasi, tetapi ia mengaku tidak berniat merendahkan atau mendiskreditkan mantan pekerjanya tersebut.

“Saya merasa tidak pernah memecat Pak Agung. Saya tidak pernah mau memecat, apalagi mengancam atau mendiskreditkan beliau sama sekali,” beber Inara.

Menurut Inara, evaluasi yang dilakukannya bertujuan agar hubungan kerja mereka bisa berjalan lebih baik dan profesional. Ia juga menegaskan bahwa saat itu dirinya tetap percaya kepada Agung, termasuk karena melihat kepeduliannya terhadap anak-anak.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang menyuruh Agung, Inara mengatakan dugaan tersebut masih berupa asumsi. Namun, berdasarkan bukti yang menurutnya dimiliki, ia meyakini tindakan itu kemungkinan tidak dilakukan Agung seorang diri.

“Hanya ini baru asumsi aja sih. Saya yakin apa yang dia lakukan ini sangat kecil kemungkinannya dilakukan secara mandiri, secara sendiri. Karena dari bukti-bukti yang ada, ada aktor intelektual,” tutup Inara.

Laporan yang dibuat Inara ini bermula saat Wardatina Mawa, istri sah dari Insanul Fahmi, melaporkan dirinya ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan pada November 2025.

Sebagai bukti, Wardatina Mawa melampirkan rekaman CCTV rumah pribadi Inara Rusli yang memperlihatkan kedekatan Inara dengan Insanul.

Tak terima, Inara pun merespons dengan melapor balik terkait dugaan illegal access ke Bareskrim Polri. Ia menyebut rekaman CCTV tersebut diambil tanpa izin dari perangkat pribadinya oleh pihak ketiga sebelum akhirnya sampai ke tangan Wardatina Mawa.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prancis Berlakukan Jam Malam Imbas Kerusuhan Besar Demonstrasi Pelajar
• 15 menit lalu
0
thumb
Bahlil Bantah Kuota Pertalite di Bali Dipangkas 50 Persen, Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM dan Antrean Panjang
• 12 jam lalu
0
thumb
Skema Prasmanan Program MBG Dinilai Bakal Tekan Sampah dan Dukung Pendidikan Karakter Siswa
• 15 jam lalu
0
thumb
UNESA & UM Melaju ke Final Campus League Futsal Regional Surabaya
• 18 jam lalu
0
thumb
Mengenal NbS, Program BOPPJ untuk Lindungi Pesisir Pantai Utara Jawa
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.