Langkah ini menjadi bagian dari strategi Telkom untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Meski menyiapkan percepatan, perseroan tetap mempertimbangkan kondisi pasar, posisi kas, kebutuhan operasional, serta rencana investasi.
Program buyback tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026. Periode pelaksanaannya berlangsung selama 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Telkom Percepat Buyback Saham, Sisa Alokasi Lebih dari Rp3 Triliun
Percepatan pelaksanaan yang direncanakan ini merupakan bagian dari strategi alokasi modal Telkom untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Penentuan waktu dan besaran pembelian mempertimbangkan kondisi pasar, posisi kas perseroan, serta kebutuhan operasional dan investasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan evaluasi pelaksanaan buyback dilakukan dengan tetap mengedepankan disiplin alokasi modal, sejalan dengan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis yang solid dan prospek jangka panjang perseroan.
Baca Juga :
Mau Beli iPhone 18 Pro? Cek Paket Bundling Telkomsel Halo dan Simpati“Kami meyakini Telkom memiliki fundamental bisnis yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Pelaksanaan buyback merupakan salah satu wujud keyakinan kami terhadap nilai perseroan, seiring transformasi TelkomGroup melalui strategi TLKM 30 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan,” ujar Nanang dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2026. Buyback Telkom Menggunakan Kas Internal
Sejalan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Angelo menjelaskan bahwa, pelaksanaan buyback tetap mempertimbangkan prioritas alokasi modal dan kemampuan arus kas perseroan yang solid. Program buyback didanai dari kas internal perseroan.
Pelaksanaannya memperhatikan kebutuhan likuiditas serta prioritas alokasi modal guna menjaga fleksibilitas keuangan.
“Pelaksanaan buyback merupakan bagian dari keputusan alokasi modal yang kami pertimbangkan secara disiplin, dengan melihat fundamental perseroan dan prospek bisnis ke depan. Kami memastikan setiap keputusan penggunaan modal tetap sejalan dengan prioritas strategis TelkomGroup, sekaligus menjaga kesehatan keuangan perseroan agar mampu mendukung pertumbuhan secara berkelanjutan,” jelas Angelo.
Sejalan dengan transisi Telkom menuju Strategic Holding dengan model Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo), Telkom terus mengakselerasi penataan portofolio dan efisiensi untuk memperkuat kinerja operasional. Inisiatif ini juga diarahkan untuk memperkuat margin EBITDA dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sebagai fondasi penciptaan nilai bagi pemegang saham.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Telkom Siapkan Buyback Saham Rp4 Triliun, Sisa Dana Lebih dari Rp3 Triliun Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/8ko1ygrN-telkom-siapkan-buyback-saham-rp4-triliun-sisa-dana-lebih-dari-rp3-triliun
(ANN)






Komentar (0)