Pelaksanaan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan pembenahan tata kelola hingga berhasil memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Plt Deputi 4 Badan Komunikasi (Bakom) RI, Hariqo Wibawa, menyampaikan bahwa pendirian dapur-dapur gizi di wilayah prioritas dan 3T merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik, sebagaimana yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo kepada jajaran Kabinet Merah Putih.
"Kita bersyukur saat ini program Makan Bergizi Gratis itu dapur-dapurnya sudah sampai di daerah-daerah prioritas dan daerah 3T. Anak-anak kita yang berada di daerah 3T itu juga masa depan Indonesia. Kita berharap di tahun 2045 nanti, mereka juga akan sukses sebagaimana anak-anak yang tinggal di perkotaan," ujar Hariqo dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa 20 Oktober 2026.
Baca Juga :
2 Tahun Prabowo-Gibran, Pembenahan Sektor Pendidikan Dinilai Dilakukan SeriusSelain pemerataan pemenuhan gizi, pemerintah juga tengah mengebut realisasi program pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Hariqo menekankan bahwa konsep pendidikan gratis yang digagas pemerintah saat ini tidak hanya sebatas membebaskan biaya pendidikan formal, melainkan juga menanggung seluruh biaya hidup para siswanya secara penuh.
Menurutnya, meski biaya pendidikan digratiskan, banyak anak dari keluarga prasejahtera yang tetap kesulitan bersekolah karena terbebani oleh biaya pendukung lainnya.
"Saudara-saudara kita yang saat ini bersekolah di 183 Sekolah Rakyat itu, sekolahnya gratis, biaya hidupnya gratis, 100 persen gratis. Karena yang dibutuhkan bukan hanya biaya pendidikan, tetapi juga biaya seragam, biaya makan, biaya kesehatan, hingga biaya ekstrakurikuler dan olahraga," tegasnya.
Hariqo menambahkan, upaya besar yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat ini merupakan investasi jangka panjang negara. Hasil dari intervensi gizi dan pendidikan gratis ini ditargetkan akan terlihat wujud nyatanya saat Indonesia menyongsong visi generasi emas pada tahun 2045 mendatang.





Komentar (0)