Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya masih mendalami motif penembakan yang melibatkan dua anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) belum dapat menggali motif insiden tersebut secara menyeluruh karena masih mempertimbangkan kondisi psikologis pelaku.
Advertisement
"Kami penyidik dalam hal ini masih belum bisa melakukan pendalaman yang komprehensif melihat situasi dan kondisi dari si pelaku. Artinya ini juga harus kita lihat, makanya kami belum bisa menyampaikan motif," kata Budi dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Penembakan yang melibatkan Bharatu LFFL dan Bharada AR itu terjadi pada Jumat (16/10). Budi memastikan penyidik telah menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyita sejumlah barang bukti.
"Pastinya olah TKP sudah dilakukan. Terhadap tersangka sudah dilakukan penahanan terhadap satu orang. Beberapa barang bukti yang diamankan antara lain selongsong murni, senjata tajam, dan barang-barang milik pribadi," ujarnya.
Terkait dugaan adanya gangguan kejiwaan atau mental pada pelaku, Budi menjelaskan bahwa hal tersebut memerlukan pemeriksaan medis mendalam oleh tim ahli sehingga tidak dapat disimpulkan dalam waktu singkat.
"Terkait tentang kejiwaan, itu butuh proses. Ini masih berproses, makanya kami sampaikan butuh waktu karena tidak bisa satu hingga dua hari untuk mengenali psikologis seseorang. Nanti dokter ahli psikiatri yang akan menyampaikan," kata Budi.





Komentar (0)