Benarkah Pilihan Kopi Cerminkan Kepribadian? Ini Kata Psikiater soal Menu Favorit Kamu

republika.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap orang mungkin memiliki kopi favorit entah itu kopi hitam, cappuccino, kopi susu, latte, dan lainnya. Bagi sebagian orang, pilihan kopi tak hanya soal selera, namun juga dianggap dapat mencerminkan kepribadian seseorang. Benarkah anggapan tersebut?

Dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikiater, dr Priya Raghavan, menjelaskan bahwa pilihan kopi dapat berkaitan dengan rutinitas, preferensi sensorik, serta asosiasi emosional yang terbentuk melalui pengalaman. Namun menurut dia, pesanan kopi tidak bisa dijadikan sebagai tes psikologis atau cara yang akurat untuk menentukan kepribadian seseorang.

Baca Juga
  • Mitos atau Fakta: Kopi Bisa Merusak Hati?
  • Daftar Makanan yang Sebaiknya tidak Dikonsumsi Bareng Kopi
  • Tanpa Bentakan, Ini Cara Efektif Mendidik Remaja di Era Digital Menurut Pakar

"Kopi sering kali dikaitkan dengan rutinitas khusus, seperti minum kopi yang sama sebelum mulai bekerja, memesan minuman tertentu saat bertemu teman, atau memilih sesuatu yang menenangkan di tengah hari yang penuh tekanan. Jadi pilihan kopi lebih banyak terkait dengan preferensi dan cara seseorang menghadapi situasi tertentu, bukan kepribadian," kata dr Priya dilansir laman Hindustan Times, Sabtu (17/10/2026).

(Foto: ilustrasi kopi) - (Needpix)

 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dokter Priya mengatakan, ketika seseorang memesan kopi hitam tidak serta-merta menunjukkan ia memiliki kepribadian yang intens atau sangat ambisius. Begitu pula ketika memesan kopi manis, tidak otomatis menandakan bahwa orang tersebut gemar memanjakan diri secara berlebihan.

Menurut dia, seseorang yang terus-menerus memesan minuman yang sama juga mungkin menemukan kenyamanan, terutama ketika keseharian mereka terasa berat atau penuh ketidakpastian. Sebaliknya, seseorang yang sering bereksperimen dengan berbagai jenis minuman mungkin menyukai hal baru dan variasi.

"Tapi, melabeli mereka sebagai sosok yang berjiwa petualang hanya berdasarkan perilaku tersebut tentu merupakan penafsiran yang berlebihan," kata dia.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Klarifikasi Greenpeace soal Aktivisnya Ditangkap Polisi Usai Bentangkan Spanduk di Bundaran HI: Doakan Saja!
• 13 jam lalu
0
thumb
KPK soal Kasus BPN: Ada Ormas Kembalikan Rp 250 Juta, Disita Penyidik
• 7 jam lalu
0
thumb
Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Kanker Payudara
• 21 jam lalu
0
thumb
Rumah Batik Bintan Kembangkan Potensi Budaya Lokal dan Ekonomi Warga | SUSTENESIA
• 9 jam lalu
0
thumb
Lestari Moerdijat Dorong Pelestarian Kesenian Emprak Jepara Lewat Pentas Rutin
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.