Menteri Singapura Kritik Ucapan Kepala Bakom soal Kirim Oksigen: Rakyat Indonesia Menderita

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Situasi kabut asap di Distrik Bisnis Pusat Singapura, Jumat (9/10/2026). (Sumber: David Hu/Associated Press)

SINGAPURA, KOMPAS.TV - Menteri Senior Singapura K Shanmugam mengkritik pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan soal Indonesia 'mengirim oksigen' di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Shanmugam menegaskan pernyataan tersebut tidak elok disampaikan ketika masyarakat Asia Tenggara, khususnya Indonesia, menderita akibat karhutla.

"Sejujurnya, tidak tepat berkata seperti itu ketika seluruh kawasan menderita akibat perilaku buruk perusahaan-perusahaan yang melanggar hukum di Indonesia," kata K Shanmugam dikutip Channel News Asia, Senin (19/10/2026).

"Dan kebanyakan yang menderita adalah masyarakat Indonesia sendiri."

Baca Juga: BNPB Sebut 60 Ribu Personel hingga 49 Alutsista Dikerahkan untuk Padamkan Karhutla

Shanmugam pun mengatakan tidak percaya bahwa pernyataan Syahganda tersebut mencerminkan pemerintah Indonesia secara keseluruhan.

Menteri Singapura itu menegaskan kabut asap karhutla yang menyebar ke Asia Tenggara bukanlah bencana alam. Sebab, karhutla dan kabut asap yang terjadi berulang itu dipicu perusahaan-perusahaan yang mencari keuntungan.

Ia pun menekankan bahwa Singapura sebelumnya beberapa kali terdampak kabut asap dari Indonesia, khususnya pada 2013 dan 2015.

"Kabut asap ini berdampak serius terhadap kesehatan kami. Ini benar-benar tidak bisa diterima," kata Shanmugam.

Meksipun menyesalkan pernyataan Bakom RI, Shanmugam mengkaui pemerintah telah berupaya untuk menangani kabut asap lintas perbatasan.

Pernyataan Kepala Bakom

Sebelumnya, pada 10 Oktober 2026, Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan menyebut Indonesia tidak hanya mengirim kabut asap ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Hal tersebut disampaikan Syahganda saat Indonesia ramai dikritik mengenai kabut asap yang menyebar ke negara tetangga. Syahganda pun mengeklaim kabut asap dari Indonesia adalah faktor alam.

"Kami tidak hanya mengirim kabut asap. Saat tidak ada asap, kami mengirim oksigen. Oksigen di Singapura dan Malaysia juga dari hutan kami, kan?" kata Syahganda.

Baca Juga: Kemenko Polkam Bantah Tolak Tawaran Bantuan Malaysia untuk Padamkan Karhutla

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • kabut asap karhutla
  • singapura
  • kepala bakom ri
  • indonesia kirim oksigen
  • singapura respons kepala bakom
  • karhutla
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Proyek Saluran HOS Cokroaminoto Probolinggo Rp4,4 M Dikebut, Warga Sambat Debu Masuk Rumah
• 1 jam lalu
0
thumb
Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Percaya Isu Pemerintah Tidak Bekerja Tangani Karhutla
• 19 jam lalu
0
thumb
42.409 Jemaah dari Jatim Dijadwalkan Berangkat Haji pada 2027, 2.210 di Antaranya Lansia
• 21 jam lalu
0
thumb
Terbaru di Kalteng, Ini Deretan Peristiwa Puing Roket China Masuk Indonesia
• 3 jam lalu
0
thumb
Foto: Siswa Korban Gempa di Nagekeo, NTT, Kini Belajar di Tengah Panas dan Debu
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.