HARIAN.FAJAR.CO.ID, MANCHESTER—Manchester City diperkirakan akan dijatuhi hukuman pengurangan poin dalam jumlah sangat besar karena melanggar peraturan Premier League.
Klub yang saat ini memuncaki klasemen tersebut bisa dipaksa untuk berkompetisi di Championship (divisi kedua) selama dua tahun sebagai sanksi atas lebih dari 100 dakwaan terkait pelanggaran aturan keuangan.
Pihak klub senantiasa membantah melakukan kesalahan dan kini tengah berupaya membersihkan nama mereka melalui proses banding. Namun, tadi malam muncul kabar di kalangan media olahraga bahwa tim yang diperkuat Erling Haaland itu kemungkinan besar akan menerima pengurangan poin yang sangat berat, yang dipastikan akan membuat mereka terdegradasi.
Sebuah laporan dari Daily Mail menyebutkan bahwa para petinggi sepak bola mendesak agar hukuman bagi City diumumkan sebelum hasil banding mereka diketahui. Menurut sumber di dunia olahraga, sanksi yang paling mungkin dijatuhkan adalah pengurangan poin dalam jumlah “sangat masif”, yang akan membuat City hampir mustahil untuk terhindar dari penurunan kasta.
Bahkan sempat muncul wacana mengenai kemungkinan pengurangan poin tambahan yang dapat membuat City tetap berada di divisi kedua selama satu tahun lagi.
Pengusiran langsung dari kompetisi kasta tertinggi dianggap “kecil kemungkinannya” terjadi, karena hal tersebut akan memicu “kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya” bagi EFL (English Football League).
Akan tetapi, pengurangan poin hampir pasti akan membuat mereka menempati posisi juru kunci di akhir musim, yang berarti degradasi otomatis.
Klub-klub rival di Premier League secara tertutup mendesak agar sanksi terhadap City diputuskan sebelum musim ini berakhir.
Proses banding klub tersebut diperkirakan akan rampung sekitar masa Natal atau awal tahun baru, mengingat adanya prosedur jalur cepat yang mengharuskan banding—yang diajukan pada 1 Oktober—untuk disidangkan dalam waktu 12 minggu.
Setelah itu, putusan akhir harus disampaikan dalam kurun waktu 30 hari.
Klub yang bermarkas di Etihad ini dinyatakan bersalah atas semua dakwaan terkait pelanggaran serius terhadap aturan keuangan Premier League selama periode sembilan musim, serta sebagian besar dakwaan terkait kegagalan mereka untuk bekerja sama dalam investigasi yang dilakukan oleh pihak liga.
Komisi tersebut menemukan bahwa pihak klub telah mengatur kesepakatan komersial “palsu” dengan sejumlah sponsor, yang memungkinkan mereka menyembunyikan dana sebesar £900 juta selama periode investigasi dari tahun 2009 hingga 2018.
Dikutip dari Daily Star, dalam sebuah pernyataan yang menyertai temuan komisi tersebut, pihak Premier League menuduh Manchester City telah “melanggar peraturan Premier League secara sistematis selama hampir satu dekade”.
Pihak Manchester City menegaskan bahwa mereka memiliki “bukti yang tak terbantahkan” untuk membersihkan nama mereka, serta berjanji akan berjuang “tanpa henti” melawan Premier League.
Saat ini, tim asuhan Enzo Maresca memuncaki klasemen setelah mengawali musim dengan sempurna, yakni memenangkan ketujuh pertandingan yang telah dijalani.
Pengacara James Severn menyatakan bahwa Manchester City akan menghadapi “hambatan yang cukup berat” untuk bisa memenangkan upaya banding mereka.
“City harus mampu menunjukkan adanya kesalahan mendasar dalam aspek hukum, prinsip, atau fakta, ataupun ketidakadilan prosedural yang serius, yang secara signifikan memengaruhi keputusan Komisi tersebut,” katanya.
Pekan lalu, Maresca mengungkapkan bahwa ia “sepenuhnya memercayai” pihak klub dan yakin mereka akan memenangkan upaya banding tersebut. (amr)






Komentar (0)