jpnn.com - JAKARTA - Belasan produk unggulan Kawasan Transmigrasi Muting dipamerkan dalam Festival Kalimaro di Merauke, Papua Selatan.
Kopi robusta, teh sarang semut, tepung sagu, hingga pupuk organik buatan warga transmigran jadi buah bibir dan menarik banyak perhatian lebih dari 12.500 pengunjung festival.
BACA JUGA: Menteri Transmigrasi Dorong Tiongkok Berinvestasi ke Papua & Sulawesi
“Kami berterima kasih kepada Tim Ekspedisi Patriot yang telah mendukung pemasaran pupuk organik kami di Festival Kalimaro. Kami sangat senang karena produk kami bisa dikenal lebih luas dan bermanfaat bagi para petani,” kata Kepala BUMK Kumbel Jaya, Kampung Belbelan, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke Suyekno, Selasa (20/10).
Ketua Tim 16 Ekspedisi Patriot Universitas Gadjah Mada (UGM) Rindu S. M. Firdaus mengatakan keikutsertaan dalam Festival Kalimaro menjadi langkah awal untuk memperkuat pemasaran produk lokal melalui kerja sama antarkelompok usaha masyarakat.
BACA JUGA: Mentrans Iftitah Ajak Akademisi Kembangkan Kawasan Transmigrasi
Uji coba pemasaran kolektif ini merupakan langkah awal untuk menunjukkan bahwa kelompok-kelompok usaha masyarakat di Kawasan Transmigrasi Muting dapat saling menguatkan melalui kerja sama.
Melalui kegiatan ini, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM membantu pelaku usaha memasarkan produk secara bersama-sama untuk menekan biaya transportasi, promosi, dan sewa stan. Selain itu, tim memperkenalkan katalog produk unggulan Kawasan Transmigrasi Muting agar masyarakat lebih mudah mengenali produk lokal.
BACA JUGA: Pendiri Jababeka: Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi Butuh Terobosan Regulasi
Sebanyak 12 produk unggulan ditampilkan dalam festival tersebut, tak hanya produk olahan dari transmigran saja, tetapi juga sembilan potensi wisata di Kawasan Transmigrasi Muting.
Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya Tim 16 TEP UGM untuk mendorong pengembangan ekonomi masyarakat. Ke depan, pemasaran kolektif diharapkan dapat memperluas jangkauan pembeli sekaligus membuka peluang pengembangan produk dan pariwisata lokal.
Tim juga mendorong pengembangan situs web yang memuat informasi mengenai produk unggulan dan potensi Kawasan Transmigrasi Muting.
Upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh elemen bangsa untuk percaya pada kekuatan nasional dan menjaga semangat gotong royong dalam pembangunan ekonomi Indonesia, sebagaimana disampaikan di Jakarta pada 20 Mei 2026.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya peran akademisi dalam membantu masyarakat melalui Tim Ekspedisi Patriot.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara juga menekankan agar peserta Ekspedisi Patriot bekerja secara maksimal dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi Dia mendorong seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot: bergeraklah setiap hari.
"Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya,” ujar Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman. (esy/jpnn)
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Mesyia Muhammad





Komentar (0)