Kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum menunjukkan perbaikan. Di Kalimantan, Sumatra, bahkan kini Sulawesi, beberapa titik dikepung polusi udara dalam level berbahaya.
Pagi ini, Selasa (20/10), polusi udara terburuk tercatat berada di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kualitas udara di kota itu memiliki nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menembus 4.196.
Menurut KLH, kondisi tersebut dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan membutuhkan penanganan cepat. Oleh karenanya, setiap orang dianjurkan untuk menghindari aktivitas luar ruangan.
"Kelompok sensitif tetap berada di dalam ruangan dan hanya melakukan sedikit aktivitas. Setiap orang menghindari semua aktivitas di luar ruangan," demikian keterangan KLH, dikutip pada Selasa (20/10).
Tidak hanya di Palangka Raya, kualitas udara serupa dijumpai di wilayah lainnya. Berikut daftar singkatnya:
- Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 4.196 dengan polutan utama PM10,
- Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 1.500 dengan polutan utama PM10,
- Kota Tomohon, Sulawesi Utara, nilai ISPU 1.463 dengan polutan utama PM10,
- Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 1.358 dengan polutan utama PM10, dan
- Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 1.296 dengan polutan utama PM10.
Asap karhutla mengandung berbagai zat berbahaya, seperti partikel halus PM2,5 dan PM10, karbon monoksida (CO), karbon dioksida, serta senyawa lain hasil pembakaran tidak sempurna. Partikel halus memiliki ukuran sangat kecil hingga berpotensi masuk ke saluran pernapasan, menyebabkan iritasi, peradangan, atau gangguan fungsi pernapasan.
Sebagai informasi, nilai ISPU tergolong "baik" berada dalam rentang 0-50. Artinya, tidak memberi efek negatif bagi kesehatan dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan di luar ruangan. Nilai ISPU "sedang" berada pada rentang 51-100, menjadi tanda agar kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit jantung dan paru untuk berhati-hati beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, nilai ISPU untuk level "tidak sehat" berada dalam rentang 101-200. Di tingkat ini, semua orang diminta waspada dan mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan. Nilai ISPU akan mencapai level "sangat tidak sehat" pada rentang 201-300. Di taraf ini, semua orang diminta untuk menghindari aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan.
Kualitas udara menjadi tergolong berbahaya ketika nilai ISPU-nya lebih dari 300. Pada level ini, semua orang diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Sebab, tingkat kualitas udara berbahaya dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius dan membutuhkan penanganan yang cepat.





Komentar (0)