JAKARTA, KOMPAS.TV- Penurunan terbesar IHSG sepanjang sejarah kembali menjadi sorotan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57 persen ke level 5.185,11 pada Jumat (16/10/2026). Penurunan tajam ini terjadi setelah penyedia indeks global MSCI membuka konsultasi terkait kemungkinan perubahan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak krisis moneter 1998. Sebelumnya, IHSG pernah mengalami kejatuhan tajam ketika Indonesia menghadapi krisis ekonomi, gejolak keuangan global, hingga ketidakpastian setelah peristiwa Bom Bali pada 2002. Berdasarkan data historis yang dihimpun dari kompas.tv, Senin (19/10/2026) terdapat beberapa periode ketika IHSG mencatat penurunan harian lebih dari 10 persen.
Berikut daftar kejatuhan terbesar IHSG berdasarkan persentase penurunan dalam satu hari perdagangan.
Baca Juga: IHSG Anjlok! MSCI Usul Bursa RI ke Standalone Market, Ini Analisis Kiwoom Sekuritas |SAPA PAGI
Daftar Kejatuhan Terbesar IHSG Sepanjang Sejarah1. 8 Januari 1998: IHSG Anjlok 11,95 Persen
Penurunan harian terbesar dalam daftar ini terjadi pada 8 Januari 1998. IHSG anjlok 11,95 persen dan ditutup pada level 347,11 di tengah krisis moneter yang melanda Indonesia.
Saat itu, tekanan terhadap pasar saham berlangsung bersamaan dengan kemerosotan nilai tukar rupiah dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi. Kekhawatiran investor terhadap kondisi perekonomian mendorong aksi jual besar-besaran di pasar modal.
2. 16 Oktober 2026: IHSG Merosot 11,57 Persen
Hampir 28 tahun setelah kejatuhan pada Januari 1998, IHSG kembali mencatat penurunan harian yang sangat tajam. Pada 16 Oktober 2026, indeks turun 11,57 persen ke level 5.185,11.
Tekanan jual terjadi setelah MSCI membuka konsultasi publik mengenai kemungkinan reklasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori emerging market menjadi standalone market. Rencana tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap prospek pasar modal Indonesia dan potensi arus keluar dana asing.
3. 8 Oktober 2008: IHSG Turun 10,38 Persen
Pada 8 Oktober 2008, IHSG merosot 10,38 persen atau sekitar 168,05 poin ke level 1.451,67. Penurunan tajam ini terjadi ketika krisis keuangan global meluas akibat masalah kredit perumahan berisiko tinggi atau subprime mortgage di Amerika Serikat.
Tekanan jual yang besar membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham pada sesi pertama. Langkah tersebut diambil untuk meredam gejolak pasar setelah indeks mengalami kejatuhan tajam.
4. 14 Oktober 2002: IHSG Jatuh 10,36 Persen
IHSG juga mengalami penurunan tajam pada 14 Oktober 2002, dengan pelemahan sekitar 10,36 persen ke level 337,48. Peristiwa ini terjadi pada hari perdagangan pertama setelah tragedi Bom Bali pada 12 Oktober 2002.
Serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan dan prospek ekonomi Indonesia, terutama sektor pariwisata. Ketidakpastian yang muncul turut menekan sentimen investor di pasar saham.
Baca Juga: IHSG Anjlok! MSCI Usul Bursa RI ke Standalone Market, Ini Analisis Kiwoom Sekuritas |SAPA PAGI
5. 6 Oktober 2008: IHSG Anjlok 10,03 Persen
Dua hari sebelum penghentian sementara perdagangan pada 8 Oktober 2008, IHSG lebih dahulu turun 10,03 persen ke level 1.648,74. Pelemahan terjadi pada hari perdagangan pertama setelah libur Lebaran, ketika krisis keuangan Amerika Serikat menekan bursa saham global.
Penurunan tajam di sejumlah pasar internasional turut memengaruhi sentimen investor di Indonesia.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- Ihsg
- Penurunan ihsg
- Penurunan Terbesar IHSG
- emerging market
- standlone market






Komentar (0)