Kalender Jawa 20 Oktober 2026 jatuh pada Selasa Kliwon dengan neptu 11, bertepatan dengan 8 Jumadilawal 1960 serta 9 Jumadilawal 1448 H. Tanggal Jawa dan Hijriah tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Kementerian Agama (Kemenag), sedangkan keterangan wuku Dukut mengikuti Kalender Jawa Online Ki-Demang.
- Hari dan pasaran: Selasa dan Kliwon.
- Weton: Selasa Kliwon.
- Tanggal Jawa: 8 Jumadilawal 1960.
- Tanggal Hijriah: 9 Jumadilawal 1448 H.
- Wuku: Dukut.
- Neptu: Selasa (3) + Kliwon (8) = 11.
Neptu diperoleh dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran; menurut tabel neptu Primbon.com, Selasa bernilai 3 dan Kliwon bernilai 8 sehingga totalnya 11.
Memahami Weton, Pasaran, dan NeptuMenurut penjelasan Keraton Yogyakarta, penanggalan Jawa mengenal saptawara atau siklus tujuh hari serta pancawara atau siklus lima pasaran. Dalam kasus ini, Selasa adalah nama hari, Kliwon adalah pasarannya, dan Selasa Kliwon adalah wetonnya. Neptu merupakan nilai angka yang diberikan kepada hari dan pasaran tersebut.
Pertemuan hari dan pasaran yang sama berulang setiap 35 hari atau satu selapan. Dengan menambahkan 35 hari dari 20 Oktober 2026, weton Selasa Kliwon berikutnya jatuh pada 24 November 2026. Perhitungan ini menjelaskan mengapa weton tidak menetap pada satu tanggal Masehi yang sama setiap bulan.
Acuan Nilai Hari dan PasaranTabel neptu Primbon.com mencantumkan nilai berikut untuk memeriksa perhitungan weton:
- Nilai hari: Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.
- Nilai pasaran: Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.
Jumlah neptu yang sama dapat dimiliki weton berbeda. Selasa Kliwon bernilai 11 dari 3 + 8, sementara Senin Pon juga bernilai 11 dari 4 + 7. Dengan demikian, total neptu saja belum cukup untuk menentukan nama weton; hari dan pasarannya tetap harus diperiksa.
Mengapa Tanggal Jawa dan Hijriah Berbeda?Dalam kalender yang menjadi rujukan artikel ini, 20 Oktober 2026 tercatat sebagai 8 Jumadilawal 1960 Jawa dan 9 Jumadilawal 1448 H. Meskipun nama bulannya sama, angka tanggalnya berbeda. Keraton Yogyakarta menjelaskan bahwa kalender Sultan Agungan meneruskan angka tahun Saka, tetapi menggunakan perhitungan berdasarkan pergerakan bulan dan memiliki aturan yang berbeda dari kalender Hijriah.
Saat mencatat tanggal kelahiran atau keperluan adat, simpan tanggal Masehi, tanggal Jawa, dan sumber kalendernya secara terpisah. Dengan begitu, angka tanggal yang berbeda tetap dapat ditelusuri ke rujukan yang digunakan.
Watak Weton Selasa KliwonDalam tafsir primbon Jawa yang dijelaskan Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa dari Museum Radyapustaka Solo, Selasa Kliwon digambarkan lembut, ramah, dan pandai berbicara. Pangarasan Aras Tuding dikaitkan dengan peluang mendapat tanggung jawab, sedangkan pancasuda Sumur Sinaba menggambarkan pribadi berwawasan yang menjadi tempat meminta nasihat.
Sisi yang perlu diperhatikan adalah kecenderungan mudah terpancing emosi. Tafsir tersebut dapat dibaca sebagai pengingat untuk menjaga cara merespons perbedaan pendapat. Gambaran watak ini merupakan penafsiran tradisional, bukan ukuran pasti untuk menilai kepribadian seseorang.
Wuku Dukut: Anjuran dan PantanganWuku adalah pekan dalam siklus pawukon. Keraton Yogyakarta menjelaskan bahwa ada 30 wuku dengan durasi masing-masing tujuh hari, sehingga satu putarannya berlangsung 210 hari. Weton menunjukkan perpaduan hari dan pasaran pada tanggal tertentu, sedangkan wuku menunjukkan posisi pekannya dalam siklus yang lebih panjang.
Wuku Dukut berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 menurut kalender Ki-Demang. Ki Totok Yasmiran menyebutnya dengan ejaan Dhukut dan menjelaskan petungan tradisional berikut:
- Anjuran tradisional: Tetap di rumah dan menunda perjalanan jauh untuk urusan penting pada Selasa Kliwon dalam wuku Dukut.
- Pantangan tradisional: Bepergian ke arah barat daya untuk urusan sangat penting selama tujuh hari wuku Dukut berlangsung.
Anjuran tersebut merujuk pada pertemuan Selasa Kliwon dan wuku Dukut dalam ulasan Ki Totok Yasmiran di detikJateng. Petungan ini merupakan kepercayaan budaya, bukan kepastian mengenai hasil suatu kegiatan.
Kalender Jawa 19–25 Oktober 2026Tabel berikut merangkum weton dan neptu pada 19–25 Oktober 2026. Nilainya dihitung dari neptu hari dan pasaran, sehingga pembaca dapat membandingkan tanggal target dengan hari-hari di sekitarnya.
Pada rentang ini, 19–24 Oktober termasuk wuku Dukut, sedangkan 25 Oktober memasuki wuku Watugunung menurut kalender Ki-Demang. Jumat Pon, Sabtu Wage, dan Minggu Kliwon sama-sama memiliki neptu 13 meskipun nama wetonnya berbeda.
Kalender Jawa 20 Oktober 2026 memiliki weton Selasa Kliwon dengan neptu 11; untuk rincian lainnya, baca Kalender Jawa Oktober 2026 lengkap dan ulasan weton Selasa Kliwon di Katadata.





Komentar (0)