Produksi Pertanian Sidrap Melonjak 48% Berkat Program Electrifying Agriculture PLN

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Pemerintah Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, mengumumkan peningkatan signifikan produksi pertanian berkat implementasi program electrifying agriculture (EA) oleh PT PLN. Program ini memanfaatkan listrik untuk mengoperasikan pompa air, menjamin ketersediaan pengairan lahan persawahan terutama saat musim kemarau.

Salah satu contoh sukses penerapan program ini terlihat di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Sidrap, Ibrahim, melaporkan lonjakan produktivitas yang dramatis pada panen Agustus 2026.

"Panen Agustus 2026, produktivitas tercatat sekitar 10,4 ton per hektare, ini meningkat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang berada di kisaran tujuh ton per hektare," ujar Ibrahim melalui keterangannya di Makassar, Senin. Peningkatan ini mencapai sekitar 48 persen.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Di desa tersebut, sekitar 395 hektare lahan pertanian dikelola oleh 13 kelompok tani. Sebelum adanya intervensi listrik, para petani sepenuhnya bergantung pada pasokan air dari Bendung Takkalasi yang seringkali mengering saat kemarau panjang melanda.

Untuk mengatasi masalah keterbatasan air, sebanyak 39 titik sumur bor telah dibangun sejak tahun 2025. Sumber air ini kemudian diintegrasikan dengan program listrik masuk sawah untuk menggerakkan pompa air, memastikan suplai irigasi yang stabil.

"Upaya ini malah berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah itu," tambah Ibrahim. Ia merinci bahwa peningkatan produksi didukung oleh berbagai upaya, termasuk optimalisasi lahan, bantuan benih, penyediaan sumber air, serta pemanfaatan listrik untuk pengairan.

Dengan adanya dukungan listrik, petani kini memiliki alternatif yang lebih efisien untuk mengoperasikan pompa air tanpa harus bergantung sepenuhnya pada bahan bakar minyak. Hal ini tidak hanya memangkas biaya operasional tetapi juga menjamin keberlanjutan pengairan.

Sinergi untuk Pertanian Modern

Pengembangan program electrifying agriculture membutuhkan sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah, kelompok tani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi ini penting agar pemanfaatan listrik sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan didukung oleh infrastruktur ketenagalistrikan yang memadai.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, menegaskan bahwa pemanfaatan listrik di sektor agrikultur tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pelanggan. Lebih dari itu, fokus utamanya adalah menciptakan nilai tambah bagi petani melalui kegiatan produksi yang lebih efisien.

"PLN juga mendorong pemanfaatan listrik untuk berbagai kebutuhan usaha agrikultur, mulai dari pompa irigasi dan sistem pengairan hingga pencahayaan, ventilasi, serta peralatan pendukung peternakan," urai Didik. Pemanfaatan teknologi kelistrikan ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha menjalankan kegiatan produksinya secara lebih praktis dan modern.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Daftar Wilayah Terdampak Siklon Tropis CHAMPI hingga 21 Oktober 2026
• 2 menit lalu
0
thumb
Beda Nasib Megawati Hangestri dan Jordan Wilson usai Hyundai Hillstate Tersingkir di KOVO Cup 2026
• 15 jam lalu
0
thumb
Melihat Antusiasme Anak-Anak Ikuti Kegiatan MNC Peduli di Rumah Baca Cahaya Ilmu
• 20 jam lalu
0
thumb
KPK Panggil VP Valbury Asia Futures sebagai Saksi Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR
• 23 jam lalu
0
thumb
Karhutla Sumsel Belum Tuntas! Petugas Hadapi Sulit Air | SAPA PAGI
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.