OJK Cermati Pengendalian Perbankan, Awasi Kabar Haji Isam Akuisisi Saham BBCA

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan mencermati perkembangan kepemilikan saham dan struktur pengendalian bank. Hal ini menyusul rumor yang menyebut crazy rich asal Kalimantan Selatan yaitu Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam akan mengakuisisi saham bank swasta raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, jika terdapat transaksi yang berpotensi mengubah pemegang saham pengendali bank, OJK akan melakukan penilaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“OJK tetap memastikan bahwa setiap perubahan kepemilikan dan pengendalian bank dilakukan sesuai dengan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta ketentuan mengenai kepemilikan dan pengendalian bank yang berlaku,” kata Dian dalam jawaban tertulis OJK terkait Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) September, dikutip Senin (19/10).

Dia menjelasnkan, perubahan kepemilikan atau pengendalian bank besar tidak hanya dinilai berdasarkan transaksi saham. OJK juga akan mempertimbangkan dampaknya terhadap profil risiko bank, konsentrasi eksposur, transaksi dengan pihak terkait, kualitas tata kelola serta hubungan bank dengan kelompok usaha yang dikendalikan pemegang saham.

Jika terjadi perubahan pengendalian yang material, OJK akan mencermati dampaknya secara menyeluruh, termasuk terhadap persaingan industri, strategi bisnis, penyaluran kredit, likuiditas, permodalan, tata kelola dan potensi konsentrasi risiko.

Selain itu, dian juga menyebut OJK menilai stabilitas industri perbankan nasional masih ditopang oleh permodalan dan likuiditas yang memadai serta penerapan prinsip kehati-hatian.

“OJK akan terus melakukan pemantauan terhadap berbagai dinamika kepemilikan, konsolidasi, maupun aksi korporasi di sektor perbankan untuk memastikan perkembangan tersebut berlangsung secara sehat dan tidak menimbulkan risiko terhadap stabilitas sistem keuangan,” ujar Dian.

Sebelumnya, isu mengenai rencana akuisisi saham BBCA oleh Haji Isam ramai diperbincangkan di kalangan pelaku pasar saham. Namun, BBCA telah membantah rumor tersebut.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, informasi mengenai rencana aksi korporasi terhadap BCA yang beredar di media sosial tidak benar.

“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Hera kepada Katadata.co.id, Jumat (25/9).

Hera mengimbau nasabah dan masyarakat untuk merujuk pada informasi dari sumber resmi perusahaan maupun media yang kredibel. Ia menegaskan, BCA menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip kehati-hatian, integritas dan ketentuan yang berlaku.

Rumor mengenai akuisisi BBCA tersebut muncul di tengah langkah Haji Isam mengakuisisi saham perusahaan batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Low Tuck Kwong.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Timnas Indonesia U-15 Siap Ikut Serta di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026: Bersaing dengan Portugal
• 7 jam lalu
0
thumb
Trump Cabut Sanksi Minyak Rusia agar Putin Tak Bantu Iran Lawan AS
• 18 jam lalu
0
thumb
Detik-Detik Drone Putin Ditembak Jatuh Jet Tempur F-16 Negara NATO
• 6 jam lalu
0
thumb
Kamaruddin Simanjuntak Sakit Sebelum Wafat, Bolak-balik ke RS Cuci Darah
• 15 jam lalu
0
thumb
Sekjen PBB Apresiasi Kontribusi Indonesia dalam Jaga Perdamaian Dunia
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.