Denera Siapkan Ekosistem PSEL dari Hulu ke Hilir di 17 Lokasi, Kelola 1.000 Ton Sampah/Hari

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Guna mengatasi kondisi darurat sampah sekaligus menciptakan ketahanan energi nasional, pemerintah melalui Danantara Indonesia membentuk entitas khusus bernama Denera. Denera hadir sebagai layanan terpadu (one-stop service) untuk mengakselerasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia.

Denera dirancang untuk membangun ekosistem pengelolaan sampah yang terintegrasi secara menyeluruh dari hulu hingga ke hilir. Saat ini, Denera tengah menyiapkan penguatan armada dan fasilitas logistik guna mendukung 17 lokasi fasilitas PSEL di seluruh Indonesia. Setiap lokasi ditargetkan mampu mengolah lebih dari 1.000 ton sampah per hari, yang hasilnya akan dikonversi menjadi energi bersih untuk memasok listrik bagi sekitar 100.000 rumah warga. Integrasi Hulu-Hilir dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan
Transformasi pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan ini tidak hanya berfokus pada proses konversi energi semata, melainkan juga menyasar pemilahan dan pengumpulan sejak dari hulu.

"PSEL merupakan satu core fokus tetapi ini akan membantu kita untuk melakukan pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dari hulu sampai hilir, jadi tidak hanya di PSEL saja tapi beyond PSEL, termasuk di antaranya di collections, logistik, dan juga pemilahan di hulu. Kami tentunya akan bekerja sama dengan seluruh pihak yang saat ini sudah terlibat dari pengelolaan sampah tersebut dan kita akan melihat skema yang memang memadai untuk bisa melibatkan mereka semua," kata CEO Denera, Fadli Rahman, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Senin, 19 Oktober 2026.
 

Baca Juga :

Danantara Bentuk Denera untuk Percepat Proyek PSEL
  Jamin Bebas Polusi dengan Teknologi Insinerator Standar Eropa
Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak polusi dan residu pembakaran, Denera memastikan penggunaan teknologi insinerator berstandar Eropa yang ketat.

Pengolahan tiga residu utama hasil pembakaran ditangani secara rinci. Residu abu atas (fly ash) dan abu bawah (bottom ash) akan dikelola khusus bersama pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Sementara itu, emisi cerobong dipastikan sangat rendah dan aman.

"Abu atas dan abu bawah itu akan ada pengolahan khusus yang kemudian kita akan bekerja sama dengan pemda, dan ada beberapa langkah yang akan bisa justru meningkatkan ekonomi lokal dari pengolahan terutama dari abu bawah tersebut. Sedangkan residu yang keluar dari cerobong asap itu dijaga semaksimal mungkin untuk bisa ada penerapan standar Eropa, jadi uap airnya itu sudah melalui penyaringan yang berlapis sehingga yang keluar adalah merupakan uap yang sudah sangat bersih dan sangat-sangat rendah emisi tanpa polusi," ucap Fadli.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Profil dan Jejak Karier KSAD Subagyo HS yang Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
• 5 jam lalu
0
thumb
Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS Meninggal Dunia, Pernah Jadi Atasan Prabowo dan Menjabat di Era Tiga Presiden
• 2 jam lalu
0
thumb
Kebiasaan yang Diam-Diam Membuat Tagihan Listrik Membengkak
• 9 jam lalu
0
thumb
Bappenas Luncurkan Dashboard IKAD, Targetkan Inklusi Keuangan Indonesia Capai 98 Persen pada 2045
• 1 jam lalu
0
thumb
Konser GNR di Jakarta Auto Spesial, 9 Dewa Gitar Bakal Ikut Panaskan Panggung
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.