Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran: Kepuasan Publik Tembus 65,2 Persen

wartaekonomi.co.id
21 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

2 Thun Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, potret persepsi publik terhadap kinerja pemerintah mencatatkan sinyal positif. Berdasarkan temuan survei terbaru, tingkat kepuasan masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan berhasil menyentuh angka 65,2 persen. Capaian ini menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dibandingkan periode-periode awal pemerintahan.

Pengamat Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio (Hensa) menilai perolehan skor kepuasan publik di atas 60 persen tersebut merupakan torehan yang menggembirakan bagi Kabinet Merah Putih. Ia mencermati bahwa angka tersebut menjadi bukti adanya apresiasi masyarakat terhadap berbagai langkah pembenahan dan perombakan kebijakan yang telah dieksekusi pemerintah.

Baca Juga: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Anak Jokowi Terasingkan di Istana: Di Rapat Kabinet, Dia Tak Diikut Sertakan

“Wah bagus itu, hehehe. Memang sih ada beberapa perubahan yang dilakukan, dan tentunya hasil kepuasan 60-an persen itu jauh lebih baik dibandingkan hasil lembaga survei lainnya. Dan ini merupakan sinyal positif juga buat pemerintahan yang sedang melakukan pembenahan,” ujar Hensa di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Kendati mengapresiasi capaian tersebut, ia memberikan catatan kritis bahwa angka kepuasan 65,2 persen belum berada pada level ideal untuk ukuran pemerintahan yang telah genap berjalan selama dua tahun.

Ia menekankan bahwa memasuki fase perjalanan tahun ketiga, jajaran eksekutif tidak boleh lengah dan harus menjadikan sisa masa jabatan sebagai momentum untuk melipatgandakan kinerja pelayanan publik.

“Dua tahun pemerintahan dengan kepuasan di angka 60-an persen tentunya masih kurang memuaskan bagi pemerintah. Setelah 20 Oktober ini, perjalanan menuju tahun ketiga harusnya bisa diperbaiki lagi,” tegasnya.

Di sisi lain, riset yang sama juga merekam bahwa tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah mencapai angka 67 persen. Hensa membaca selisih positif antara angka kepercayaan dan angka kepuasan ini sebagai cerminan modal sosial yang sangat berharga.

Publik dinilai masih menaruh harapan besar serta memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk membuktikan janji-janji politiknya, yang pernah disuarakan oleh Prabowo-Gibran.

“Kepercayaan 67 persen itu sedikit lebih tinggi dari angka kepuasannya. Artinya, masyarakat masih menaruh harapan dan memberi kesempatan kepada pemerintah. Kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja nyata di tahun ketiga, jangan sampai disia-siakan,” lanjutnya.

Hensa membandingkan hasil jajak pendapat kali ini dengan tren survei sebelumnya yang kerap menempatkan kepuasan masyarakat di bawah batas psikologis 50 persen. Ia berharap perbaikan persepsi ini mencerminkan riil perbaikan kualitas tata kelola negara.

Baca Juga: Mulai Lupakan Prabowo, Pengamat Sebut Jokowi Menolak Diam dan Bangun Arena Politik Baru dengan PSI

“Ini kan hasil terakhir lembaga survei ya, sebelum-sebelumnya kan selalu di bawah 50 persen. Artinya, semoga kinerja pemerintahan ini memang membaik dan terus membaik,” pungkas Hensa.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BEI Sesuaikan Ketentuan ARB Saham Rp11-Rp14 Jadi Rp1, Berlaku Mulai 20 Oktober 2026
• 10 jam lalu
0
thumb
Kompolnas soal Kasus Polisi Tembak Polisi: Jangan Ada Kekerasan Senior-Junior
• 3 jam lalu
0
thumb
KMP Batumandi Terbakar, Penumpang Selamatkan Diri ke Anjungan-Geladak Kapal
• 9 menit lalu
0
thumb
Dudung Sebut Usulan Bantuan Karhutla dari Singapura Dikoordinasikan dengan BNPB
• 23 jam lalu
0
thumb
Menilik Rekrutmen Petugas Haji Indonesia
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.