jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Fasha mendesak pemerintah mengevaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang terus berulang terutama di Sumatra dan Kalimantan.
Politikus NasDem itu menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi yang lebih matang, agar kebakaran tidak terus terjadi tanpa perbaikan penanganan.
BACA JUGA: Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Percaya Isu Pemerintah Tidak Bekerja Tangani Karhutla
“Pemerintah pusat sudah membuatkan rencana mitigasi-mitigasi apabila ini terjadi lagi pada tahun depan,” kata Syarif kepada wartawan, Senin (19/10).
Menurut dia, pengalaman menangani karhutla pada tahun-tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi pencegahan dan pemadaman.
BACA JUGA: BNPB Mengevaluasi Penggunaan Dry Ice dalam Penanganan Karhutla, Sumsel Jadi Prioritas
Syarif juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, dan kementerian yang menangani sektor kehutanan.
Dia tidak ingin penanganan kebakaran justru diwarnai saling lempar tanggung jawab antarlembaga.
BACA JUGA: Polri Usut 98 Korporasi Diduga Terlibat Karhutla
“Jangan sampai nanti saling menyalahkan. Oh, ini tanggung jawab si A, ini tanggung jawab si B, tapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Selain koordinasi, Syarif menyoroti kesiapan sarana pemadaman, termasuk helikopter water bombing.
Dia mengaku menemukan kondisi di Jambi ketika helikopter telah disiagakan, tetapi belum tentu dapat dioperasikan secara optimal.
Oleh karena itu, kesiapan peralatan perlu dievaluasi agar penggunaannya efektif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Syarif turut mengingatkan bahwa karhutla di lahan gambut membutuhkan penanganan khusus.
Api dapat menjalar di bawah permukaan tanah, sehingga pemadaman tidak cukup hanya dilakukan pada bagian yang terlihat terbakar.
Menurut dia, pembasahan gambut dan langkah pencegahan penyebaran api harus menjadi bagian dari strategi penanganan.
Dia menegaskan evaluasi karhutla juga harus memperhitungkan dampak kebakaran terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat dan petugas, serta aktivitas ekonomi.
“Jadi jangan berjalan hanya mengedepankan sektor masing-masing,” pungkas Syarif. (kkp/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
BACA ARTIKEL LAINNYA... Penanganan Karhutla dan Persiapan IFRC 2026, Komitmen Tim ERT NHM Tetap Terjaga
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra





Komentar (0)