Setelah Sepekan Masuk Kategori Tidak Sehat, Kualitas Udara di Sumut Mulai Membaik

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

MEDAN, KOMPAS – Kualitas udara di Sumatera Utara mulai membaik setelah sepekan masuk kategori tidak sehat akibat asap kiriman kebakaran hutan dan lahan. Pada Senin (19/10/2026), kualitas udara di Sumut masuk kategori baik hingga sedang. Namun, asap masih terdeteksi menyebar di sejumlah daerah.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Hendro Nugroho mengatakan, berdasarkan pemantauan citra satelit pada pukul 13.00 WIB, terdeteksi sebaran asap di sebagian wilayah Sumut bagian selatan, khususnya kabupaten/kota yang berbatasan langsung dengan Riau.

“Pola pergerakan angin mengindikasikan sebaran asap di wilayah Sumut merupakan asap kiriman dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan yang terbawa oleh pergerakan angin,” kata Hendro.

Asap menyebar dari Kalimantan ke Sumut yang terpaut sekitar 2.000 kilometer. Namun demikian, penentuan sumber asal asap secara pasti memerlukan analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan data pendukung lainnya.

Baca JugaMengatasi Akar Masalah Karhutla

Berdasarkan pantauan Kompas, asap karhutla yang sebelumnya menyelimuti langit di Kota Medan sudah mulai tampak menipis. Langit biru sudah mulai terlihat setelah selama sepekan tertutup kabut asap. Kualitas udara di Sumut dinyatakan tidak sehat sejak Selasa (13/10).

Pada Senin (19/10) pukul 18.00, Kota Medan berada dalam kondisi kualitas udara sedang dengan indeks kualitas udara (AQI) 76. Indeks itu mengacu pada PM 2,5 dengan konsentrasi 22,4 mikrogram per meter kubik.

Kategori kualitas udara dibagi menjadi lima tingkat, yakni baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, dan berbahaya.

Baca JugaKemenhut Jatuhkan Sanksi kepada 32 Perusahaan Terkait Karhutla

Hendro mengatakan, jarak pandang juga semakin membaik seiring dengan berkurangnya sebaran asap di Sumut. Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang, Kabupaten Padang Lawas Utara, pada pukul 09.00 sampai 13.00, jarak pandang mencapai 4-6 kilometer, meningkat dari sebelumnya 1-3 kilometer.

Meskipun jarak pandang mulai meningkat, masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut asap diimbau untuk berhati-hati saat berkendara, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila kualitas udara memburuk untuk mengurangi paparan partikel asap.

Kualitas udara di Sumut mulai membaik sejak hujan mengguyur sejumlah wilayah di Sumut, Sabtu (17/10). Hujan yang turun setelah dilakukan operasi modifikasi cuaca diharapkan bisa memperbaiki kualitas udara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Tuahta Saragih mengatakan, hujan dapat membantu memperbaiki kualitas udara dengan membawa partikel polutan di atmosfer turun ke permukaan.

Baca JugaNasib Warga Kalimantan: Diselimuti Kabut Asap, Air Bersih Tersendat

Operasi modifikasi cuaca dilakukan dalam dua kali penerbangan per hari selama tiga hari. Setiap penerbangan membawa 1 ton NaCl. Garam itu ditebarkan ke atmosfer untuk penyemaian awan.

Pemerintah juga mengambil langkah lain untuk mengurangi dampak dari sebaran asap karhutla di Sumut, antara lain dengan membagikan masker gratis dan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada 16-21 Oktober 2026.

Dedi Siahaan (35), sopir ojek daring di Medan, mengatakan, perbaikan kualitas udara di Medan membuatnya bisa bekerja lebih tenang.  “Akhirnya bisa bernapas lega setelah selama seminggu menghirup bau asap karhutla,” katanya.

Sebagai pekerja yang harus beraktivitas di luar ruangan, dia tidak bisa menghindari paparan asap dan udara yang tidak sehat. Dedi mengalami batuk dan sakit tenggorokan setelah sepekan terpapar asap. Matanya juga perih ketika berkendara.

Baca JugaKisah Tiada Akhir Karhutla

Pola pergerakan angin mengindikasikan sebaran asap di wilayah Sumut merupakan asap kiriman dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan yang terbawa oleh pergerakan angin


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ada Arahan Prabowo, Trenggono Akan Geber Budidaya Ikan dan Akuakultur
• 8 jam lalu
0
thumb
Nasib Warga Kalimantan: Diselimuti Kabut Asap, Air Bersih Tersendat
• 6 jam lalu
0
thumb
Aksi Protes Meletus di Prancis, Portugal dan Belgia, Meledak Bentrokan Sengit antara Polisi dan Demonstran 
• 13 jam lalu
0
thumb
Indonesia Borong Empat Medali di WJC Kairo, BNI Apresiasi Pembinaan Talenta Muda PBSI
• 19 jam lalu
0
thumb
Menko Polkam Dudung: Malaysia Kirim 3 Helikopter dan 52 Personel Bantu Tangani Karhutla
• 13 menit lalu
0
Berhasil disimpan.