Viral Bongkahan Es Diduga Jebol Atap Rumah di Palembang, BMKG Evaluasi Penyemaian Dry Ice dalam OMC

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengevaluasi pelaksanaan penyemaian es kering atau dry ice dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan (Sumsel) setelah viral video dugaan bongkahan es jatuh dan merusak atap rumah warga di Palembang.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyemaian awan menggunakan dry ice berjalan sesuai prosedur operasional serta tidak membahayakan keselamatan masyarakat.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, mengatakan salah satu fokus evaluasi adalah memastikan ukuran material dry ice yang dilepaskan dari pesawat sesuai dengan ketentuan teknis.

Penjelasan tersebut disampaikan Siswanto di Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin, sebagai tanggapan atas beredarnya video yang mengaitkan dugaan jatuhnya bongkahan es dengan aktivitas modifikasi cuaca.

BMKG Temukan Kekurangan pada Sistem Penyemaian Dry Ice

Siswanto menjelaskan bahwa material dry ice yang digunakan dalam penyemaian awan idealnya memiliki ukuran sekitar tiga milimeter agar dapat disebarkan sesuai kebutuhan operasi.

Namun, penyimpanan dry ice dalam ruang pembeku bersuhu sangat rendah berpotensi menyebabkan butiran es kering saling menyatu hingga membentuk bongkahan berukuran lebih besar.

Kondisi tersebut menjadi perhatian BMKG karena material yang menggumpal perlu dipecah sebelum dilepaskan dari pesawat agar ukurannya tetap sesuai dengan ketentuan penyemaian.

Siswanto mengungkapkan bahwa pada hari pertama uji coba penyemaian awan menggunakan teknologi dry ice, lubang pembuangan material pada pesawat belum dilengkapi jaring penyaring khusus.

Ketiadaan perangkat penyaring tersebut menjadi salah satu temuan yang kemudian dievaluasi oleh tim operasional OMC di Sumatera Selatan.

Sebagai tindak lanjut, tim melakukan perbaikan dengan memasang jaring penyaring dan alat pemecah material pada sistem pembuangan dry ice di pesawat.

Perangkat tersebut berfungsi memecah bongkahan es kering yang terbentuk selama penyimpanan agar ukurannya lebih kecil sebelum dilepaskan ke awan.

"Untuk hari berikutnya itu sudah menjadi evaluasi kami, itu ada penyaring ukurannya sendiri, kemudian ada alat pemecahnya, sehingga ukuran dry ice pada saat disemai sudah kecil," katanya.

Dengan pemasangan kedua perangkat tersebut, BMKG berupaya meningkatkan pengendalian ukuran material agar pelaksanaan modifikasi cuaca berlangsung lebih aman dan sesuai dengan prosedur teknis.

BMKG Ragukan Bongkahan Dry Ice Bisa Membolongi Atap Seng

Terkait video viral yang memperlihatkan dugaan bongkahan es merusak atap rumah warga di Palembang, Siswanto mengaku meragukan bahwa material dry ice dari pesawat OMC dapat menyebabkan kerusakan tersebut.

Menurutnya, bongkahan es yang jatuh dari ketinggian tertentu akan mengalami gesekan dengan udara selama bergerak menuju permukaan tanah.

Gesekan tersebut diperkirakan dapat menyebabkan ukuran bongkahan es mengecil sebelum mencapai daratan.

Karena itu, Siswanto mempertanyakan dugaan bahwa bongkahan dry ice mampu merusak hingga membolongi atap rumah, terutama jika material atap terbuat dari seng.

"Kalau dampaknya sampai merusak atap ini kayaknya kurang jelas, kalau atap seng saya yakin enggak. Karena kalaupun bongkahan awal agak besar, ketika dijatuhkan dari ketinggian tertentu dia akan tergesek oleh angin, harusnya mengecil," ujarnya.

Meski demikian, BMKG belum memastikan apakah terdapat hubungan antara material dry ice yang digunakan dalam kegiatan OMC dan kerusakan atap rumah sebagaimana terlihat dalam video yang beredar di media sosial.

BMKG tetap menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan terhadap proses penyemaian awan menggunakan es kering.

BMKG Perketat Prosedur OMC demi Keselamatan Warga

BMKG menegaskan bahwa evaluasi prosedur operasional terus dilakukan untuk memastikan kegiatan modifikasi cuaca berjalan optimal tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat.

Perhatian terhadap aspek keselamatan juga mencakup warga yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah yang berada di bawah jalur penerbangan pesawat pelaksana OMC.

Pemasangan jaring penyaring dan alat pemecah dry ice menjadi salah satu langkah perbaikan yang telah dilakukan setelah ditemukan kekurangan perangkat pada hari pertama uji coba.

Selain itu, pengendalian ukuran material sebelum proses penyemaian menjadi perhatian penting agar seluruh tahapan operasi tetap memenuhi ketentuan teknis.

Evaluasi berkelanjutan diharapkan membantu tim operasional mengidentifikasi potensi kekurangan sekaligus memperbaiki prosedur penyemaian awan di Sumatera Selatan.

Siswanto memastikan BMKG akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan OMC dengan mengutamakan efektivitas operasi serta keamanan masyarakat.

"Kami terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan OMC ini tetap berjalan optimal dan aman bagi masyarakat," kata Siswanto.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gusti Marrel: Anak Muda Harus Terlibat Langsung dalam Isu Lingkungan
• 7 jam lalu
0
thumb
5 Cara Mencegah Jerawat setelah Olahraga
• 19 jam lalu
0
thumb
Forum Pemred Gelar Run For Good Journalism 2026, Kampanyekan Jurnalisme Berkualitas!
• 18 jam lalu
0
thumb
Sentimen MSCI Membayangi, Simak Proyeksi IHSG Pekan Ini
• 19 jam lalu
0
thumb
2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Gerindra: Kesejahteraan Rakyat Semakin Kuat
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.