Ada Saatnya Keluhan Pencernaan Harus Diperiksa, Ini Penjelasan Dokter Bedah Digestif

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Gangguan pencernaan memiliki beragam penyebab dan tingkat keparahan, sehingga penanganannya dapat berbeda.

Ada Saatnya Keluhan Pencernaan Harus Diperiksa, Ini Penjelasan Dokter Bedah Digestif. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Keluhan pencernaan seperti nyeri perut berulang, asam lambung naik, hingga perubahan pola buang air besar sering dianggap sebagai masalah kesehatan biasa. Padahal, jika tidak kunjung membaik, kondisi ini perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

Gangguan pencernaan memiliki beragam penyebab dan tingkat keparahan. Ada yang cukup ditangani dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan, tetapi ada pula yang membutuhkan tindakan medis hingga operasi. Karena itu, penanganannya tidak bisa disamaratakan dan perlu disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. 

Baca Juga:
Dokter Bagikan 3 Jenis Makanan yang Tidak Boleh Diberikan ke Anak di Bawah 2 Tahun

Dokter spesialis bedah digestif Bethsaida Gading Serpong, dr. Eko Priatno, Sp.B, Subsp.BD(K), menjelaskan bahwa keputusan untuk melakukan operasi tidak menjadi pilihan pertama pada semua kasus gangguan pencernaan. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan diagnosis sekaligus menentukan penanganan yang paling sesuai.

“Tidak semua gangguan pencernaan memerlukan operasi. Kami terlebih dahulu mencari penyebab keluhan dan mengevaluasi kondisi pasien, kemudian menentukan terapi yang paling sesuai. Tujuannya bukan hanya menangani penyakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup pasien,” jelas dr. Eko (19/10/2026).

Baca Juga:
Amankah Olahraga di Malam Hari bagi Tubuh? Ini Penjelasan Dokter

Pada kasus gastroesophageal reflux disease (GERD) misalnya, penanganan biasanya dimulai dengan perubahan gaya hidup dan pemberian obat-obatan. Pasien dapat diminta menyesuaikan pola makan, menghindari pemicu keluhan, dan mengikuti terapi sesuai anjuran dokter.

Jika gejala masih berlanjut meski pengobatan telah dilakukan secara optimal, dokter dapat mengevaluasi kemungkinan tindakan antirefluks. Namun, keputusan tersebut bergantung pada hasil pemeriksaan dan kondisi pasien.

Baca Juga:
Sering Dikira GERD, Padahal Gagal Jantung: Dokter Ungkap Gejala yang Kerap Diabaikan Anak Muda

Berbeda halnya dengan penanganan pada batu empedu. Jika batu menimbulkan keluhan atau komplikasi, dokter dapat mempertimbangkan operasi pengangkatan kantong empedu melalui teknik laparoskopi.

Prosedur ini dilakukan menggunakan sayatan kecil sehingga pada pasien tertentu dapat membantu mempercepat pemulihan dibandingkan operasi terbuka. Meski demikian, pilihan tindakan tetap bergantung pada kondisi kesehatan pasien dan tingkat kesulitan kasus yang ditangani.

Gangguan pencernaan juga dapat berkaitan dengan penyakit serius, termasuk kanker usus besar dan kanker rektum. Pada kondisi ini, pemeriksaan dan penanganan perlu direncanakan secara cermat untuk mengangkat jaringan kanker sekaligus mempertimbangkan fungsi organ yang terdampak.

Dalam kasus tertentu, operasi dengan teknik minimal invasif dapat menjadi pilihan bagi pasien yang memenuhi kriteria medis. Salah satu prosedur yang dapat dipertimbangkan untuk kanker rektum adalah Intersphincteric Resection (ISR).

Teknik ISR bertujuan mengangkat kanker dengan tetap mempertahankan fungsi anus apabila kondisi pasien memungkinkan. Dengan pendekatan ini, dokter berupaya menjaga kualitas hidup pasien setelah operasi tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keberhasilan pengangkatan kanker.

“Pada kanker rektum, kami berupaya mempertahankan fungsi organ bila kondisi memungkinkan. Namun, keamanan pasien dan pengangkatan kanker sesuai prinsip medis tetap menjadi prioritas,” ujar dr. Eko.

Tidak semua pasien kanker rektum dapat menjalani prosedur yang sama. Jenis tindakan ditentukan berdasarkan lokasi dan karakteristik tumor, kondisi pasien, serta hasil evaluasi tim medis.

Selain kanker usus dan rektum, sejumlah tumor di area saluran pencernaan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks. Contohnya, tumor tertentu pada kepala pankreas, saluran empedu, atau usus dua belas jari.

Salah satu prosedur yang dapat digunakan untuk menangani kondisi tersebut adalah operasi Whipple. Tindakan ini melibatkan pengangkatan bagian organ yang terdampak, kemudian dilanjutkan dengan penyambungan kembali saluran pencernaan agar fungsinya dapat berjalan.

Operasi Whipple termasuk prosedur besar yang memerlukan evaluasi menyeluruh sebelum dilakukan. Dokter perlu menilai kondisi pasien, lokasi dan luas tumor, serta kemungkinan manfaat dan risiko tindakan.

Untuk mengetahui penyebab gangguan pencernaan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan sesuai gejala dan dugaan penyakit. Pemeriksaan tersebut bisa meliputi endoskopi, kolonoskopi, atau pencitraan medis seperti CT scan dan MRI.

Pemeriksaan endoskopi digunakan untuk melihat kondisi saluran pencernaan bagian atas, sedangkan kolonoskopi membantu dokter mengevaluasi bagian dalam usus besar dan rektum. Sementara itu, CT scan dan MRI dapat memberikan gambaran organ dalam untuk membantu proses diagnosis dan perencanaan penanganan.

Ada pula pemeriksaan berupa Digestive Center. Layanan ini mencakup konsultasi, pemeriksaan diagnostik, hingga penanganan medis dan bedah sesuai kebutuhan pasien.

Fasilitas yang tersedia meliputi endoskopi, kolonoskopi, CT scan 512 slice dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta MRI 3 Tesla. 

Untuk itu, nyeri perut yang terus berulang, gangguan asam lambung yang tidak membaik, perubahan pola buang air besar, atau keluhan pencernaan lainnya sebaiknya tidak dibiarkan. Keluhan tersebut tidak selalu menandakan penyakit serius. 

Namun, pemeriksaan dapat membantu menemukan penyebabnya dan menentukan apakah pasien membutuhkan perubahan gaya hidup, pengobatan, pemeriksaan lanjutan, atau tindakan bedah.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemkab Pasuruan perbaiki pipa air terdampak kebakaran Gunung Arjuno
• 2 jam lalu
0
thumb
5 Manfaat Mengonsumsi Edamame yang Baik untuk Kesehatan
• 18 jam lalu
0
thumb
Film Lingsir Wengi Sajikan Sisi Lain Lagu Horor Ini dan Realitas Anak Muda
• 6 jam lalu
0
thumb
Prabowo Kembali Pimpin Ratas Soal Penanganan Karhutla Siang Ini
• 8 jam lalu
0
thumb
Kapolres Diadukan ke Kapolri, Polres Jakpus Sampaikan Klarifikasi 
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.