GEKRAFS Dorong Anak Muda Ubah Hobi Menjadi Karya Kreatif

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Jakarta – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) bersama GEKRAFS Kampus menggelar GEKRAFS Young Star 2026 bertema “Young Minds, Creative Moves” di NGL Burger Joint, Blok M, Jakarta pada Minggu (18/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) 2026 sekaligus mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan peluang di sektor ekonomi kreatif.

GEKRAFS Young Star 2026 juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan inspirasi bagi pelajar, mahasiswa, serta komunitas kreatif. Melalui diskusi interaktif, peserta diajak untuk mengambil langkah nyata untuk mengembangkan keterampilan, menciptakan karya, membangun komunitas, hingga merintis usaha kreatif.

Ketua GEKRAFS Kampus Nasional, Hijaz Mahesa, menegaskan bahwa gerakan GEKRAFS Kampus harus menjadi ruang aktualisasi bagi anak muda untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kolaborasi lintas minat dan latar belakang.

“GEKRAFS Kampus harus menjadi ruang bagi anak muda untuk bertumbuh, berkolaborasi, dan menghasilkan karya nyata. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen tren, tetapi juga menjadi pencipta gagasan dan penggerak ekraf,” ujar Hijaz.

Sejalan dengan itu, Ketua Komite HEKRAFNAS 2026, Aqila Rahmani juga mengatakan bahwa perayaan HEKRAFNAS tahun ini juga dirancang untuk memperluas dampak ekonomi di berbagai lapisan baik dalam dan luar negeri.

Di dalam negeri, GEKRAFS merayakan HEKRAFNAS secara serentak di tujuh Dewan Pengurus Wilayah (DPW), yakni Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku Utara, dan Papua Barat. Perayaan tersebut dikemas melalui program Nusantara Creative Walk yang turut membuka ruang bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif daerah untuk memperkenalkan produk serta memperluas jejaring usaha.

Sementara itu, perayaan HEKRAFNAS 2026 juga menjangkau 17 negara, yaitu Rusia, Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda, Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab (UEA), Inggris, Amerika Serikat, Portugal, Arab Saudi, Belgia, Australia, Jepang, Tiongkok, dan Türkiye.

“HEKRAFNAS 2026 kami dorong agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, baik oleh pelaku ekraf di daerah maupun masyarakat Indonesia di mancanegara,” ujar Aqila.

Ia menambahkan, keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif juga membutuhkan keterlibatan generasi muda. Untuk itu, GEKRAFS mendorong program Campus Creative Culture and Art di empat perguruan tinggi, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, mengapresiasi penyelenggaraan HEKRAFNAS 2026 yang semakin luas dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari generasi muda dan lingkungan kampus hingga pelaku ekonomi kreatif di dalam maupun luar negeri.

“Sejatinya ekonomi kreatif tidak bisa dibangun oleh satu kelompok saja, tetapi membutuhkan kolaborasi antara anak muda, kampus, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat Indonesia di mancanegara,” kata Kawendra.

Menurutnya, keterlibatan kampus, tujuh daerah di Indonesia, dan 17 negara menunjukkan besarnya peluang bagi ekonomi kreatif Indonesia untuk terus berkembang. Ia berharap HEKRAFNAS tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, membuka peluang, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua DPW GEKRAFS DK Jakarta, Farazandi Fidinsyah juga menekankan pentingnya membangun ekosistem yang mampu menghubungkan potensi anak muda dengan kesempatan untuk berkembang.

“Anak muda memiliki banyak ide dan potensi. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu dipertemukan dengan ekosistem, jejaring, dan kesempatan yang tepat. Gekrafs hadir membuka akses tersebut agar kreativitas tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat berkembang menjadi karya dan aktivitas yang memiliki nilai ekonomi maupun sosial,” ungkap Farazandi.

Dari perspektif pelaku kreatif, Founder Arena Series/Arena Selatan, Almer Jannatan Mizan, menyoroti pentingnya keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam mengembangkan gagasan. Ia menilai, proses kreatif tidak harus diawali dengan sumber daya besar, tetapi bisa dimulai dari minat, keterampilan, dan lingkungan terdekat.

“Tidak semua hal harus dimulai dengan rencana besar atau modal yang berlimpah. Kita bisa memulainya dari hal yang kita kuasai, mengerjakan sesuatu yang dekat dengan minat kita, lalu terus belajar dari prosesnya. Yang penting adalah berani mencoba, terbuka terhadap kolaborasi, dan konsisten mengembangkan apa yang sudah dimulai,” tutur Almer.

Lebih jauh, Almer berharap gerakan ekonomi kreatif juga dapat diperluas ke tingkat sekolah menengah atas (SMA) melalui inisiatif GEKRAFS School. Dengan begitu, pengembangan kreativitas dan pengenalan peluang ekonomi kreatif dapat dimulai sejak dini, sehingga pelajar memiliki ruang untuk mengenali potensi, mengasah keterampilan, dan berani menghasilkan karya.

Melalui tema “Young Minds, Creative Moves”, GEKRAFS Young Star 2026 menegaskan bahwa langkah menuju ekonomi kreatif bisa dimulai dari pangkah kecil. Keberanian mengembangkan keterampilan dan kolaborasi dapat menjadi modal bagi generasi muda untuk mengubah hobi menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Alasan Ole Romeny Belum Main Lagi Sejak Bantu Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
• 9 jam lalu
0
thumb
Sekjen Kemendagri Siapkan Tim untuk Evaluasi Penanganan Kenaikan Harga Cabai
• 4 jam lalu
0
thumb
BEI Ubah Aturan ARB! Wajar atau Sinyal Kepanikan?
• 41 detik lalu
0
thumb
Akar Konflik Antara Saudi dan Houthi Pada Perang Yaman
• 1 jam lalu
0
thumb
Foto: Roket H3 Siap Meluncur, Jepang Bidik Sampel dari Bulan Mars
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.