Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiagakan fasilitas kesehatan (faskes) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk melayani masyarakat yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk warga yang tidak memiliki KTP Jakarta.
Fasilitas yang disiapkan meliputi 31 rumah sakit (RS), 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu (pustu). Total terdapat 367 fasilitas kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan penanganan medis akibat paparan asap.
Advertisement
“Bukan hanya KTP Jakarta, tapi siapa pun yang menggunakan puskesmas ataupun puskesmas pembantu atau rumah sakit itu dipersilakan selama yang bersangkutan terindikasi terkena hal yang berkaitan dengan asap dan sebagainya,” kata Pramono di Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).
Meski telah menyiagakan fasilitas kesehatan, Pramono mengaku belum mengetahui jumlah warga yang telah mendapatkan pelayanan medis akibat terdampak asap karhutla di Jakarta.
Menurut dia, laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta belum diterimanya. “Saya belum tahu berapa yang sudah dilayani karena saya belum mendapatkan laporan dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.





Komentar (0)