Dokumenter Elon Musk Kena Jegal, Meta hingga TikTok Sempat Menolak

wartaekonomi.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Promosi film dokumenter Musk garapan sutradara pemenang Oscar Alex Gibney menghadapi hambatan di sejumlah platform media sosial. Iklan film yang mengangkat sosok Elon Musk tersebut sempat ditolak Meta dan YouTube, sementara TikTok menangguhkan akun iklannya secara permanen sebelum akhirnya memulihkannya.

Mengutip The Hollywood Reporter, distributor film Elon, Bleecker Street, sebelumnya menerima pemberitahuan dari TikTok mengenai penangguhan permanen akun iklan mereka. Platform tersebut menyebut konten politik sebagai alasan penindakan terhadap akun itu.

Namun, TikTok menyatakan pada Minggu (18/10/2026) bahwa akun tersebut telah dipulihkan setelah terjadi kesalahan.

Hambatan promosi juga dialami film tersebut di platform lain. Iklan yang memuat trailer Elon awalnya ditolak oleh Meta dan YouTube. Meski demikian, kedua platform kemudian mengizinkan penayangan iklan tersebut, dengan Meta menyebut penolakan awal terjadi akibat kesalahan.

Berbeda dengan platform-platform tersebut, X yang dimiliki Elon Musk menolak menayangkan iklan untuk film dokumenter yang mengangkat dirinya sendiri.

Penolakan di berbagai platform ini terjadi ketika film berdurasi sekitar empat jam tersebut mulai memperluas jangkauan penayangannya di bioskop.

Persoalan promosi bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi Elon. Sutradara Alex Gibney sebelumnya mengungkapkan bahwa Universal, distributor internasional film tersebut, sempat mengalami perubahan sikap mengenai rencana perilisan film.

Meski demikian, rencana distribusi internasional kini kembali berlanjut. Film Musk telah dibuka secara terbatas di empat bioskop pada akhir pekan sebelumnya dan kini mulai ditayangkan secara lebih luas.

Baca Juga: Elon Musk Pamer Tesla Roadster Bisa Terbang, Mobil James Bond Kalah Canggih?

Baca Juga: Elon Musk Ditarik ke Pentagon, Kali Ini Bantu Trump Cari Senjata Masa Depan

Dokumenter tersebut juga direncanakan hadir melalui layanan streaming HBO pada 2027.

Rencana penayangan itu berlangsung setelah HBO masuk ke dalam kelompok Paramount/Skydance, yang dipimpin David Ellison, putra Larry Ellison.

Sementara itu, keterkaitan kepemilikan TikTok di Amerika Serikat turut menjadi sorotan. Sebagian operasional TikTok di negara tersebut dimiliki Larry Ellison, yang dikenal sebagai pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sebagaimana Elon Musk.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kasih Rapor Merah Kinerja Prabowo-Gibran, Pakar: Ikan Busuk dari Kepalanya
• 46 menit lalu
0
thumb
CdM optimistis Indonesia tambah emas Asian Para Games 2026
• 6 menit lalu
0
thumb
BNI Konsisten Dukung Bulutangkis Indonesia, Tim Merah Putih Borong 4 Medali di Kejuaraan Dunia Junior 2026
• 18 jam lalu
0
thumb
Macron Tetap Lanjutkan Agenda ke Timur Tengah Meski Kerusuhan Terjadi di Prancis
• 17 jam lalu
0
thumb
PERHUMAS Soroti Regenerasi Humas Berlandaskan Etika dan Integritas
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.