Profil Haji Isam, Pengusaha Tambang yang Dikaitkan dengan Isu Akuisisi Saham BCA

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Nama pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam, menjadi sorotan setelah muncul kabar yang mengaitkannya dengan potensi akuisisi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Meski demikian, manajemen BCA telah membantah isu tersebut sehingga kabar itu belum dapat diperlakukan sebagai transaksi yang terkonfirmasi.

Perhatian terhadap Haji Isam turut meningkat seiring langkah bisnisnya di sektor pertambangan. Melalui PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang dikendalikannya, ia menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat untuk mengambil alih saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low.

Baca Juga :
BBCA Tertekan, Rumor Haji Isam Akuisisi BCA Kembali Jadi Sorotan
Haji Isam Tambah Porsi Saham BYAN dari Low Tuck Kwong, Totalnya Borong 10,08 Miliar Lembar

Di tengah dinamika tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa setiap perubahan kepemilikan dan pengendalian bank akan dicermati sesuai ketentuan yang berlaku. Pengawasan dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik.

Lantas, bagaimana perjalanan bisnis Haji Isam hingga namanya menjadi perhatian di pasar keuangan nasional?

Haji Isam, Pengusaha Asal Bone yang Membangun Jhonlin Group

Andi Syamsuddin Arsyad lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 1 Januari 1977. Ia dikenal sebagai pendiri dan pemilik Jhonlin Group, kelompok usaha yang menjalankan bisnis di berbagai sektor, mulai dari pertambangan batu bara, perkebunan, energi, logistik, transportasi, hingga manufaktur.

Sebelum menekuni dunia usaha, Haji Isam disebut pernah menjalani sejumlah pekerjaan, termasuk menjadi tukang ojek, sopir truk pengangkut kayu, dan pekerja tambang.

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas pada 1996, ia tidak melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya. Ia kemudian bekerja sebagai sopir truk kayu selama sekitar tiga tahun.

Dari pergaulannya dengan pengusaha lokal, Haji Isam mulai mengenal bisnis pertambangan batu bara. Pada 2003, ia mendirikan PT Jhonlin Baratama yang kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan dalam kelompok usaha Jhonlin.

Seiring waktu, bisnis yang dijalankannya meluas ke berbagai bidang. Perkembangan tersebut membuat Jhonlin Group tidak hanya berkegiatan di sektor pertambangan, tetapi juga merambah jasa transportasi, perkebunan, pengolahan hasil alam, dan energi.

Bisnis Jhonlin Group Merambah Berbagai Sektor
Baca Juga :
BCA Tegaskan Informasi Mau Diakuisisi Haji Isam Tidak Benar
Kabar Haji Isam Ditunjuk Prabowo Tangani Karhutla di Kalimantan, Mensesneg: Tidak Benar
Rumor Haji Isam Bakal Kuasai 62,2% Saham BYAN, JARR Akhirnya Buka Suara

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Video; Racikan MI Hadapi Isu MSCI, Duit Investor Lari ke Mana?
• 13 jam lalu
0
thumb
Warga AS di Timur Tengah Diminta Waspadai Eskalasi Konflik Arab Saudi-Houthi
• 10 jam lalu
0
thumb
PKS Bekali 1.600 Kader agar Tak Blunder di Media Sosial
• 41 menit lalu
0
thumb
Bahlil kerahkan tujuh kapal BBM tambah cadangan jadi 15 hari di Bali
• 10 jam lalu
0
thumb
Kapolri sebut Ada Keterlibatan Pihak Asing dalam Masalah Karhutla
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.