Danantara Bentuk Denera untuk Percepat Proyek PSEL

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Danantara Indonesia membentuk entitas khusus bernama Denera untuk mendukung pengelolaan sampah terintegrasi dan mempercepat pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau (PSEL).

CEO Denera, Fadli Rahman mengatakan, entitas tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk pengumpulan dan logistik.

"Denera ini dibentuk untuk bisa mengelola sampah secara terintegrasi. Kita melakukan pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dari hulu sampai hilir, termasuk di antaranya di collection logistik dan di hulu," ujar CEO Denera, Fadli Rahman, di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, Denera tengah menyiapkan penguatan sistem logistik untuk mendukung pengembangan fasilitas PSEL di 17 lokasi di Indonesia. Proyek tersebut ditujukan untuk mengolah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.

Setiap lokasi ditargetkan mampu mengolah lebih dari 1.000 ton sampah setiap hari. Hasil pengelolaan tersebut akan dikonversi menjadi energi bersih yang bisa mengaliri sekitar 100 ribu rumah warga.
 

Baca Juga :

34 Institusi Keuangan Gabung Lenders Panel PSEL Danantara, Ini Tujuannya




Denera akan sulap sampah jadi sumber energi. Foto: Metro TV/Elvina Sihombing.
  Pengelolaan residu dan pengendalian emisi
Selain kapasitas pengolahan, pengelolaan residu dan pengendalian emisi menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan fasilitas PSEL. Dia mengatakan, Denera menegaskan teknologi insinerator yang digunakan mengacu standar Eropa. 

Fadli menjelaskan, residu dari proses pembakaran akan ditangani melalui mekanisme berbeda. Abu hasil pembakaran, yang terdiri atas abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash), direncanakan dikelola bersama pemerintah daerah (Pemda). Sementara itu, gas buang dari cerobong akan melalui sistem filtrasi berlapis.

"Kalau abu atas dan abu bawah itu ada pengelolaan khusus, yang kemudian kita akan bekerja sama dengan Pemda. Sedangkan residu yang keluar dari cerobong asap itu dijaga semaksimal mungkin untuk ada penerapan standar Eropa," jelas dia.

Ia menyatakan, sistem tersebut dirancang untuk menekan emisi dari proses pengolahan sampah. Namun, tingkat emisi dan keamanan operasional fasilitas perlu dinilai berdasarkan standar teknis, hasil pengujian, serta pengawasan lingkungan yang berlaku.

"Sehingga yang keluar merupakan uap yang sudah sangat bersih dan sangat-sangat rendah emisi tanpa polusi," kata dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tawuran Manggarai Sisakan Kerugian, Lapak Pedagang Rusak dan Barang Hilang
• 18 jam lalu
0
thumb
Kasus Dugaan Narkoba Libatkan Finalis Cak Surabaya, Eri Ingatkan Cak dan Ning Jaga Nama Baik
• 1 jam lalu
0
thumb
Miguel Pereira Cetak Dua Gol, Persebaya Surabaya Selamat dari Kekalahan dan Imbang 2-2 Lawan PSS Sleman
• 15 jam lalu
0
thumb
Survei PPI: Teddy Indra Wijaya Dinilai Berkinerja Baik karena "Sedikit Bicara, Banyak Bekerja"
• 6 jam lalu
0
thumb
Sekjen PBB António Guterres Bermalam di Kediaman Prabowo di Hambalang, Bahas Palestina hingga Perdamaian Dunia
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.