Cerita Matematika Tuhan Berbeda, Arda Hatna dapat Inspirasi Usai Hipnoterapi

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penyanyi Arda Hatna baru saja merilis single terbarunya berjudul Matematika Tuhan Berbeda. Ketika berkunjung ke kumparan, Arda Hatna sempat berbagi cerita soal penggarapan single tersebut.

Kata Arda Hatna, Matematika Tuhan Berbeda, berawal ketika dirinya selesai menjalani hipnoterapi. Ketika itu, Arda sempat melihat beberapa pasien lain yang juga ikut penanganan hipnoterapi itu.

"Aku penasaran mereka sebenarnya kenapa sih terus (coach) bilang, tahu gak mas, mereka yang ke sini tuh mereka adalah orang yang baik," ungkap Arda.

"Orang yang udah lama percaya, udah lama sabar tapi disakitin dimanipulasi pelakunya biasanya gak berbenah tapi dia sadar untuk berbenah," lanjutnya.

Usai mendengar penjelasan coach, Arda sempat termenung di mobil. Dari situ dia menemukan lirik yang menjadi reff di lagu tersebut.

'Di mobil saya nyanyi itu 'hai orang baik tak ada ruginya dirimu menjadi baik, seringnya dikhianati sakit disimpan sendiri, tapi...'," ujar Arda.

"Waktu itu saya belum nemu liriknya saya taro lagunya gak mau lanjutin karena ngomongin soal baik tuh cetek banget," tambahnya.

Untuk menyempurnakan lagu tersebut, Arda berusaha mencari diksi yang tepat untuk menggambarkan situasi yang ingin dia suguhkan di lagu itu. Bagaimana Tuhan memiliki perhitungan berbeda dengan manusia.

"Apa yang berhubungan dengan perhitungan kita dan yang di atas itu berbeda, kan kita itu yang kita gak tahu bukan berarti gak ada," tandasnya.

Sebelum Matematika Tuhan Berbeda, Arda telah merilis sejumlah lagu yang mengangkat cerita dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti Orang Tak Enakan, Belajar Jadi Bapak, Iya Iya Tidak Tidak, dan Tumbuh Bersama.

Sebagai musisi independen, ia terus mengeksplorasi cerita tentang manusia yang sedang belajar memahami diri sendiri, keluarga, hubungan, serta perjalanan hidup.

Lewat Matematika Tuhan Berbeda, Arda kembali membawa satu pertanyaan sederhana yang mungkin pernah muncul dalam diri banyak orang: buat apa menjadi baik kalau yang jahat selalu menang?

Bagi Arda, jawabannya bukan soal siapa yang lebih cepat mendapatkan hasil. Ada hal-hal yang memang belum bisa dipahami dari perhitungan manusia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BNPB Temukan 44 Area Konversi Hutan Terbakar di Sumsel, Minta Penegak Hukum Tindak Tegas
• 5 jam lalu
0
thumb
Pakar Ungkap Kasus Peracunan oleh Kaum Berpendidikan Tinggi di Tiongkok Menyoroti Kemerosotan Moral yang Serius
• 8 jam lalu
0
thumb
Peristiwa 19 Oktober: Tragedi Bintaro 1987 hingga Timor Leste Pisah dari Indonesia
• 11 jam lalu
0
thumb
Sarwendah Menyesal Unggah VC Ruben? Pengacara: Dia Sudah Sadar Konsekuensi
• 10 jam lalu
0
thumb
2 Kali Mangkir Panggilan KPK, MAKI Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.