3 Proyek Olah Sampah Jadi Listrik RI Lagi Dibangun, Ini Progresnya

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Lahan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi. Proyek dengan nilai investasi Rp3 Triliun ini bisa mengolah 500.000 ton sampah per tahun, Rabu (26/6/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) membeberkan progres terbaru dari pembangunan tiga proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap 1 yang sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu.

Seperti diketahui, ada tiga proyek PSEL Tahap Pertama yang sudah diresmikan proses pembangunannya alias groundbreaking, yakni PSEL Denpasar Raya, Bali, PSEL Kota Bekasi, dan PSEL Bogor Raya 1. Ketiganya sudah memasuki tahap konstruksi.

Pembangunan infrastruktur pengolahan sampah tersebut berjalan tepat satu tahun setelah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 tahun 2025 tentang PSEL diterbitkan pada Oktober 2025 lalu.


COO Denera Dimas Adi Wibowo mengungkapkan bahwa untuk PSEL Denpasar dan PSEL Kota Bekasi, pengerjaan fondasi awal berupa tiang pancang (piling) telah mencapai 500 hingga 600 titik dari total target 1.100 titik. Sementara untuk PSEL Bogor Raya, saat ini sedang dalam tahap persiapan pre-piling dan penyediaan batching plant.

"Jadi progres dari sisi piling-nya sendiri yang merupakan salah satu tahap awal kita dalam melakukan kegiatan konstruksi sangat berjalan baik. Targetnya dari sekitar 1.100 titik piling yang saat ini direncanakan, sudah hampir 500 sampai 600 yang sudah selesai. Kami targetkan di sekitar awal November sampai dengan pertengahan November sudah bisa selesai, sehingga nantinya akan bisa dilanjutkan dengan tahapan konstruksi lainnya seperti fondasi dan steel structure," jelas Dimas di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Ketiga PSEL Tahap 1 tersebut ditargetkan memiliki kapasitas pengolahan di atas 1.500 ton sampah per hari. Dari olahan sampah tersebut, nantinya PSEL akan memproduksi energi listrik sebesar 31 hingga 36 Mega Watt yang seluruhnya diserap oleh PT PLN (Persero) melalui skema Power Purchase Agreement (PPA).

"Ini nantinya ke depannya dengan sampah yang akan dikelola baik dari municipal maupun lainnya, itu akan menghasilkan listrik sekitar 31 sampai dengan 36 Mega Watt di mana ini akan di-absorb oleh PLN sesuai PPA yang sudah disepakati. Jadi sampai saat ini konstruksinya masih on track," paparnya.

Di samping itu, CEO Denera Fadli Rahman juga mengungkapkan bahwa percepatan proyek PSEL Tahap 1 tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada semester I-2028.

Menurutnya, pembebasan lahan yang sebelumnya berupa area rawa hingga danau kini telah berhasil disulap menjadi tapak konstruksi siap bangun.

"Kalau kita ingat-ingat lagi bahwa Perpres itu sebenarnya baru diterbitkan di 19 Oktober 2025 dan sekarang persis 1 tahun. Jadi setelah 1 tahun diterbitkan, 3 lokasi ini sudah sedang dalam proses konstruksi dan saat ini bahkan sudah piling. Mudah-mudahan akhir tahun depan kita sudah bisa memiliki fasilitas pengolahan sampah yang akhirnya bisa berjalan," jelasnya dalam kesempatan yang sama.

Progres proyek PSEL di tiga lokasi awal tersebut diharapkan akan menjadi katalisator bagi penanganan sampah nasional yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir. Langkah tersebut didukung oleh skema one stop service bersama Danantara dan Denera yang memangkas risiko perizinan, penyediaan lahan, hingga kesepakatan jual beli listrik bagi investor.

Setidaknya, ada tiga proyek fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang sudah diresmikan proses mulai pembangunannya alias groundbreaking, yakni PSEL Denpasar Raya, Bali, PSEL Kota Bekasi, dan PSEL Bogor Raya 1. Berikut rinciannya:

1. PSEL Denpasar Raya

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya, Bali yang dirancang menggunakan standar lingkungan Eropa, pada 8 Juli 2026.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan peresmian pembangunan PSEL Denpasar Raya dilakukan pada hari ini bersamaan dengan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA).

"Pada hari ini Rabu 8 Juli 2026, PSEL Denpasar Raya telah memasuki fase penting melalui agenda penandatanganan Power Purchase Agreement dan peresmian pembangunan PSEL. Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia yang dimulai di Denpasar Raya," kata Pandu dalam acara Peresmian Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, fasilitas PSEL Bali dirancang mengacu pada European Industrial Emissions Directive (EU IED). Penerapan standar tersebut diharapkan mampu memastikan proses pengolahan sampah berlangsung secara ramah lingkungan.

"PSEL Bali ini dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan ekonomi lokal dengan maju pada standar lingkungan Europe Industrial Emission Directive atau EUIED," katanya.

Pandu menyebut fasilitas ini nantinya ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, atau lebih dari 40 persen timbulan sampah di Bali. Proyek ini juga diproyeksikan mampu mengurangi emisi dari tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80 persen serta menekan emisi karbon sekitar 640 ribu ton CO2 per tahun.

"Dari sisi energi inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan sekitar 100 ribu rumah masyarakat Bali. Dan inisiatif ini bernilai Rp 3 triliun, diperkirakan menciptakan 1.200 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%," tutupnya.

2. PSEL Kota Bekasi

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) meresmikan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik (PSEL) di di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Fasilitas itu ditargetkan memiliki kapasitas pengolahan 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 1.500 ton sampah per hari. Hasil konversi pengolahan limbah tersebut dapat menyalurkan listrik bagi 100.000 rumah serta membuka lapangan kerja untuk lebih dari 1.000 orang.

PSEL dengan nilai investasi mencapai Rp 3 triliun tersebut memproses 70% dari total timbulan sampah di wilayah tersebut.

CIO Danantara Pandu Sjahrir mengungkapkan bahwa operasional PSEL akan menekan kebutuhan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 90% serta menciptakan 1.000 lapangan kerja baru.

Dia menyebutkan proyek tersebut telah melewati proses evaluasi sejak Januari 2026 terhadap 6 konsorsium hingga tersisa 2 mitra terpilih.

"Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 70% timbulan sampah terolah di Kota Bekasi. Dari sisi lingkungan, PSEL Kota Bekasi juga diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari Tempat Pembuangan Akhir hingga 80% dan mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 per tahun," paparnya dalam acara Groundbreaking Proyek PSEL Ciketing Udik, Bantar Gebang, Bekasi, Rabu (26/8/2026).

Pembangunan infrastruktur tersebut dirancang untuk menyuplai kebutuhan listrik bagi 55.000 rumah tinggal di wilayah Bekasi. Selain pengurangan emisi karbon sebesar 640.000 ton per tahun, proyek itu mengadopsi standar lingkungan European Industrial Emissions Directive (EU IED) dalam operasionalnya.

"Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55.000 rumah masyarakat Kota Bekasi. Dan inisiatif yang bernilai Rp 3 triliun ini dari sisi investasi, diperkirakan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 90%," katanya.

3. PSEL Bogor Raya

Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) meresmikan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Kamis, 17 September 2026.

PSEL Bogor Raya 1 menjadi fasilitas PSEL ketiga yang memasuki tahap pembangunan setelah PSEL Denpasar Raya (Bali) dan PSEL Kota Bekasi. Mencakup kawasan aglomerasi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, fasilitas ini merupakan bagian dari upaya Danantara Indonesia mempercepat pengembangan solusi pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan dan berbasis teknologi ramah lingkungan, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menyatakan, PSEL Bogor Raya 1 dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, pengembangan energi hijau, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

"Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, menurunkan emisi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 80%, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO₂ per tahun," terang Pandu, Kamis (17/9/2026).

Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, menegaskan bahwa masalah sampah ini adalah situasi darurat yang harus kita selesaikan. "Dulu ada sekitar 160 aturan yang membuat prosesnya rumit, sekarang sudah kita pangkas menjadi tiga saja. Dengan begitu, proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik bisa berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat." ungkap Zulhas.

PSEL Bogor Raya 1 tidak hanya menghadirkan solusi lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat - antara lain terbukanya sekitar 1.200 lapangan kerja hijau. Pengembangan PSEL dirancang menjadi katalis terwujudnya ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan dan mendorong terwujudnya ekonomi sirkular.

Baca: Danantara Siapkan 8 Lokasi Pembangkit Sampah Tahap II: Medan-Surabaya

(wia)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Gubernur Pramono Siapkan Pengelolaan Sampah Dari Hulu ke Hilir

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dikaruniai Bayi Perempuan dari Violentina Kaif, Andrew Andika Bersyukur Co-parenting dengan Tengku Dewi Berjalan Mulus
• 6 jam lalu
0
thumb
Pesawat dari Israel Mendarat Darurat di Bulgaria Gegara Ancaman Bom
• 8 jam lalu
0
thumb
Misteri Kematian Bocah Difabel di Surabaya, Ayah Korban Ungkap Jeratan Tali Sepatu dan Cairan Sabun Colek
• 14 jam lalu
0
thumb
Anak Usaha AALI Kerahkan Helikopter Bantu Padamkan Karhutla di Lahan Warga
• 5 jam lalu
0
thumb
Serangan Israel Tewaskan 4 Warga Gaza, Termasuk Seorang Anak
• 54 menit lalu
0
Berhasil disimpan.