Grid.ID - Kamaruddin Simanjuntak yang dikenal sebagai pengacara keluarga Brigadir J dikabarkan meninggal dunia. Terungkap rekam jejaknya semasa hidup dan penyakit yang diderita.
Masih ingat dengan pengacara Kamaruddin Simanjuntak yang menangani kasus tewasnya Brigadir J di tangan Ferdy Sambo? Lama tak terdengar kabarnya, Kamaruddin kini dinyatakan telah meninggal dunia.
Kamaruddin Simanjuntak meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) pada pukul 02.47 WIB. Menurut Tribun Jakarta, Kamaruddin menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pelni Petamburan, Jakarta. Jenazahnya kemudian disemayamkan di rumah duka yang berada di UKRIDA.
Kabar meninggalnya Kamaruddin turut disampaikan oleh eks rekan kuasa hukum keluarga Brigadir J lainnya yakni Martin Lukas Simanjuntak. Martin turut mengunggah kabar duka serta informasi meninggalnya sang pengacara.
"Telah berpulang ke rumah bapa di surga Kamaruddin Simanjuntak," tulis informasi di akun Instagram @martin.lukas.simanjuntak pada Senin (19/10/2026).
Sebelum kabar duka tersebut beredar, kondisi kesehatan Kamaruddin sempat menjadi perbincangan publik setelah sejumlah foto dirinya ketika sakit beredar luas di internet.
Keluarga pun sempat menyampaikan keberatan atas penyebaran foto tersebut. Rustani Simanjuntak, kakak Kamaruddin, meminta rekan-rekan seprofesi adiknya agar menghormati privasi keluarga dan tidak menyebarluaskan dokumentasi kondisi kesehatannya. Mengutip Bangkapos, Kamaruddin ternyata mengidap penyakit ginjal sebelum meninggal dunia. Hal ini disampaikan oleh rekan Kamaruddin, Poltak Silitonga, pada Mei 2026 lalu.
Poltak menyebut sakit yang diderita Kamaruddin akibat terlalu bekerja keras sehingga tubuhnya melemah. Dia mengungkapkan penyakit Kamaruddin sudah terjadi dalam setahun terakhir. Akibat sakit ginjal ini, Kamaruddin harus melakukan cuci darah sebanyak tiga kali sepekan.
"Karena beliau orangnya sangat sibuk, sudah hampir setahun lebih lah (penyakit ginjal Kamaruddin). Mula-mula kejadian itu kita juga tidak yakin, tetapi karena kesibukan yang selalu dia bekerja terus-menerus akhirnya kurang memperhatikan kesehatannya ternyata dia sering menahan sakitnya. Ternyata setelah drop, begitu diperiksa ada kerusakan ginjal," tutur Poltak.
Profil Kamaruddin Simanjuntak
Bagi yang belum tahu, Kamaruddin Simanjuntak merupakan seorang pengacara yang ikut menangani kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Ia merupakan pria kelahiran Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada 21 Mei 1974. Ia memiliki seorang istri bernama Joanita Meroline Wenji dan dikaruniai lima buah hati.
Menurut Tribunnews, Kamaruddin menghabiskan masa kecilnya di Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumut. Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Siborongborong pada 1992, ia memutuskan untuk merantau ke Ibu Kota, Jakarta.
Kamaruddin memulai kariernya sebagai customer service di sebuah restoran, pada tahun 1993. Ia kemudian tertarik ke bidang hukum dan memilih berkarir sebagai pengacara.
Demi menggapai cita-citanya itu, Kamaruddin pun menempuh pendidikan Universitas Kristen Indonesia (UKI) jurusan Hukum dan berhasil lulus dengan gelar cumlaude pada tahun 2004.
Pada tahun 2007, Kamaruddin resmi bergabung menjadi anggota Perhimpunan Advokat Indonesia. Setelahnya, ia membuka firma hukum sendiri bernama Victoria Law Firm pada tahun 2019. Selain itu, ia juga mendirikan Kantor Hukum Kamaruddin Simanjuntak.
Rekam Jejak Kamaruddin Simanjuntak
Selain profil Kamaruddin Simanjuntak, rekam jejaknya juga cukup banyak disorot. Sepanjang kariernya sebagai pengacara, Kamaruddin telah menangani sejumlah kasus besar.
Ia pernah mendampingi Rachmawati Soekarnoputri untuk melaporkan presenter Muhammad Fadlan terkait tuduhan penipuan dan penggelapan dana investasi pembangunan kondotel di Batu, Jawa Timur pada 2017.
Kamaruddin juga pernah menjadi penasihat hukum bagi YouTuber Muhammad Kosman alias Muhammad Kece yang terjerat dugaan penistaan agama pada 2021 silam.
Nama Kamaruddin baru mendapat perhatian besar setelah menangani kasus pembunuhan polisi. Ketika itu ia menjadi pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Adapun Brigadir Yosua atau Brigadir J merupaka korban dari pembunuhan berencana yang didalangi oleh eks Kadiv Propam Polri, Freddy Sambo, pada 8 Juli 2022 lalu. Kasus kematian Brigadir Yosua yang sempat kabur ini akhirnya terungkap setelah Kamaruddin mendesak adanya autopsi ulang kepada jenazah korban.
Berawal dari langkah inilah, kasus tewasnya Brigadir Yosua terungkap setelah sebelumnya kematiannya disebut karena aksi saling tembak dengan ajudan Sambo lainnya yakni Bharada Richard Eliezer. Total ada empat orang yang divonis dalam kasus yang menyita perhatian publik hampir satu tahun ini. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)