Polres Malang memperketat pemantauan stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini dilakukan menyusul munculnya antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sekaligus untuk mengantisipasi aksi panic buying atau pembelian BBM secara berlebihan akibat kepanikan masyarakat.
Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri memimpin langsung pengecekan sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Malang. Pemantauan juga dilakukan bersama pemerintah daerah dan Pertamina untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
“Kami terus memantau ketersediaan stok dan berkoordinasi dengan Pertamina serta pemerintah daerah agar distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Rulian saat ditemui di Mapolres Malang, Senin (19/10).
Hasil pengecekan di SPBU 54.651.11, Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Kepanjen, pada Minggu (18/10) malam mencatat stok Pertalite sebanyak 5.000 liter, Solar 2.000 liter, Pertamax 2.000 liter, dan Pertamina Dex 1.400 liter.
Sementara itu, di wilayah Pakisaji, stok Pertalite di SPBU Pepen tercatat sebanyak 15.854 liter dan di SPBU Pakisaji sebanyak 22.499 liter. Adapun stok Pertalite di SPBU Genengan mencapai 8.212 liter. Stok sejumlah jenis BBM lainnya bervariasi, termasuk beberapa yang tercatat nihil berdasarkan data pengecekan.
Rulian mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi gangguan distribusi sekaligus memastikan pelayanan SPBU tetap berjalan tertib.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan BBM sesuai kebutuhan. Karena itu, perkembangan stok dan penyaluran akan terus kami pantau bersama instansi terkait,” tambahnya.
Rulian mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak terpancing kepanikan. Pembelian secara berlebihan dinilai berpotensi memperpanjang antrean dan menghambat warga lain yang membutuhkan bahan bakar untuk beraktivitas.
Polres Malang bersama instansi terkait akan terus memantau stok dan penyaluran BBM serta menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan untuk menjaga distribusi tetap tertib.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan. Jika ditemukan penimbunan atau penyelewengan BBM, akan kami tindak sesuai ketentuan hukum,” tandasnya.






Komentar (0)