Pemkab lakukan pemeliharaan rambu suar jaga keselamatan pelayaran

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Perhubungan (Sudin Perhubungan) Kepulauan Seribu mengintensifkan pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) jenis rambu suar dalam meningkatkan keselamatan pelayaran di perairan kepulauan itu.

“Dari delapan rambu suar yang diperiksa, enam di antaranya telah selesai dipelihara, termasuk sejumlah rambu suar di perairan Pulau Kelapa dan Pulau Panggang,” kata Analis Pembangunan Pelabuhan Sudin Perhubungan Kepulauan Seribu, Bima Dwi Haryudi di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan upaya pemeliharaan yang dimulai sejak September 2026 tersebut kini telah mencapai progres 70 persen. Pemeliharaan dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh rambu suar berfungsi optimal dalam membantu navigasi kapal.

Bima menjelaskan, pemeliharaan meliputi penggantian lampu suar (marine lantern), peremajaan panel surya dan baterai penyimpan daya, serta kalibrasi sistem kedip (flashing character). Petugas juga melakukan pengecatan dan pelapisan antikarat pada struktur menara baja untuk mencegah korosi akibat paparan air laut.

Setelah menyelesaikan pekerjaan di Pulau Kelapa dan Pulau Panggang, pemeliharaan berikutnya akan dilakukan di perairan Pulau Tidung, Pulau Harapan, hingga Pulau Sepa.

Baca juga: Pemkab tingkatkan kompetensi nelayan agar tangkapan lebih maksimal

Menurut dia, rambu suar memiliki peran penting dalam membantu kapal menentukan posisi dan haluan pelayaran. Sarana tersebut juga berfungsi sebagai penanda kawasan perairan berbahaya, seperti gugusan karang, gosong, dan perairan dangkal.

Keberadaan rambu suar yang berfungsi baik diperlukan untuk mendukung keselamatan berbagai jenis pelayaran, mulai dari kapal nelayan, kapal penumpang, hingga kapal wisata.

"Keberadaan sarana ini penting untuk mendukung keselamatan kapal nelayan, kapal penumpang, maupun kapal wisata," ungkapnya.

Sudin Perhubungan Kepulauan Seribu menargetkan seluruh pekerjaan pemeliharaan rampung pada akhir Oktober 2026. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan kondisi cuaca di perairan Kepulauan Seribu yang dapat mempengaruhi kegiatan petugas di lapangan.

"Kami ingin memastikan jalur pelayaran di Kepulauan Seribu aman dilintasi, terutama pada malam hari," kata Bima.

Sementara nelayan Pula Kelapa, Maulana mengatakan rambu suar membantu nelayan mengenali jalur pelayaran khususnya saat berangkat maupun kembali melaut pada dini hari.

Menurut dia, lampu suar yang redup atau tidak berfungsi dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama karena terdapat banyak karang dangkal di sekitar jalur keluar-masuk pulau.

"Cahaya suar yang terang menjadi patokan utama kami saat pulang melaut dalam kondisi gelap. Adanya perbaikan ini membuat kami merasa jauh lebih aman," kata dia.

Baca juga: 320 alat pancing dibagikan kepada nelayan Pulau Panggang

Baca juga: Pemkab tindak lanjuti usulan nelayan Pulau Pramuka soal tanggul pantai


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sekjen PBB António Guterres Bermalam di Hambalang
• 6 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hebat Hantam Pangkalan Militer, 7 Orang Tewas
• 7 jam lalu
0
thumb
Hasil Super League 2026-2027: Persib Menang 1-0 atas Persik, Maung Bandung Tembus 5 Besar Klasemen
• 16 jam lalu
0
thumb
Buku Presiden Solusi Dibagikan Gratis di CFD, Warga Titip Pesan untuk Prabowo
• 12 jam lalu
0
thumb
Survei PPI: Teddy Indra Wijaya Dinilai Berkinerja Baik karena "Sedikit Bicara, Banyak Bekerja"
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.