Perhatian pasar Asia tertuju pada rupiah menyusul ancaman MSCI pekan lalu untuk menurunkan status pasar saham Indonesia menjadi kategori standalone.
IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada awal pekan perdagangan, Senin (19/10/2026). Melansir Bloomberg, rupiah turun 39 poin atau 0,22 persen ke Rp18.066 per USD.
Perhatian pasar Asia tertuju pada rupiah menyusul ancaman MSCI pekan lalu untuk menurunkan status pasar saham Indonesia menjadi kategori standalone.
Rupiah menyentuh level terlemah dalam hampir tiga bulan pada Jumat dan ditutup di level Rp18.000 per USD.
Sementara itu, dolar AS menguat tipis dari level terendahnya dalam hampir sebulan pada awal perdagangan di Asia.
Euro melemah 0,1 persen ke USD1,1225 pada awal perdagangan di Asia. Sebagai mata uang dengan bobot terbesar dalam indeks dolar, pelemahan euro membantu menopang greenback, yang bergerak stabil di level 101,83.
Terhadap yen Jepang, dolar AS bergerak stabil di level 158,00 yen setelah Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) Kazuo Ueda pada Senin mengatakan inflasi yang mendasari perekonomian cukup dekat dengan target bank sentral sebesar 2 persen.
Dolar AS juga bergerak stabil di level 6,6842 yuan dalam perdagangan offshore menjelang rilis data produk domestik bruto (PDB) China kuartal III. Perekonomian China diperkirakan tumbuh sedikit lebih cepat pada periode tersebut setelah mencatat laju pertumbuhan terendah dalam lebih dari tiga tahun.
Dolar Australia menguat 0,3 persen ke USD0,6965, sedangkan dolar Selandia Baru bergerak stabil di level USD0,5656. Poundsterling Inggris juga bergerak stabil di level USD1,3329.
Kontrak berjangka suku bunga dana The Fed (Fed funds futures) mencerminkan probabilitas sebesar 84 persen bahwa Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan dua hari berikutnya, yang dijadwalkan pada 28 Oktober. Angka tersebut relatif tidak berubah dibandingkan Jumat, berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group.
(NIA DEVIYANA)






Komentar (0)