JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 19-22 Oktober 2026.
Peringatan dini tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi BMKG, @infobmkg, pada Minggu (18/10/2026).
Potensi gelombang tinggi dipengaruhi pola angin yang menguat di sejumlah wilayah perairan, terutama Samudra Hindia bagian selatan Indonesia. Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat yang beraktivitas di laut, termasuk nelayan, operator kapal, dan pelaku pelayaran.
BMKG mencatat, angin di wilayah utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 7-17 knot. Sementara itu, di wilayah selatan ekuator, angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 5-24 knot.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter 15-18 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Jawa, Selat Karimata bagian selatan, Selat Makassar bagian selatan, Samudra Pasifik utara Papua, dan Laut Arafuru.
Wilayah dengan Potensi Gelombang 2,5-4 MeterBMKG memperkirakan gelombang setinggi 2,5-4 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan berikut:
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Laut Maluku
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
Selain gelombang hingga 4 meter, BMKG memperingatkan potensi gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di wilayah perairan berikut:
- Selat Malaka bagian utara
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
- Laut Natuna Utara
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Laut Bali
- Laut Sumbawa
- Selat Makassar bagian utara
- Selat Makassar bagian tengah
- Selat Makassar bagian selatan
- Laut Sulawesi bagian barat
- Laut Arafuru bagian barat
- Laut Arafuru bagian tengah
- Laut Arafuru bagian timur
- Samudra Pasifik utara Papua Barat
- Samudra Pasifik utara Papua
Potensi gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di laut. BMKG mengingatkan risiko tersebut perlu diperhatikan berdasarkan jenis kapal serta kondisi angin dan gelombang.
Baca Juga: Peringatan Dini Gelombang Tinggi hingga 4 Meter sampai 8 Oktober 2026
Perahu nelayan berisiko terhadap keselamatan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.
Kapal feri berisiko menghadapi kondisi yang membahayakan saat kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan laut pada 19-22 Oktober 2026 diimbau memantau informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG.
Nelayan, operator kapal, dan pelaku pelayaran juga perlu memperhatikan perkembangan kondisi perairan sebelum melakukan aktivitas.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- GELOMBANG tinggi
- Bmkg
- Wilayah Terdampak gelombang tinggi
- perairan indonesia
- risiko kesalamatan laut






Komentar (0)