Tim SAR gabungan masih mencari Veronica Beatrix Jessica (23), penumpang KM Feronia yang hilang di perairan Pulau Tatawa, Labuan Bajo, NTT, sejak Selasa (13/10/2026). Memasuki hari ketujuh Senin (19/10), korban belum ditemukan.
Veronica Beatrix Jessica merupakan seorang dive master atau ahli selam asal Jakarta.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan pencarian dilakukan melalui tiga metode, yakni penyisiran permukaan laut, penyelaman, dan penggunaan teknologi drone bawah air.
"Area pencarian dibagi sesuai sektor masing-masing SRU, dari sekitar Pulau Tatawa hingga perairan Pulau Padar," ujar Fathur, Senin.
Dalam pencarian tersebut, tim penyelam melakukan beberapa sesi penyelaman hingga kedalaman sekitar 42 meter.
Tim SAR juga menggunakan drone bawah air milik PT Famindo yang dibawa KM Hiu Macan 03 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kupang.
Pemantauan menggunakan drone difokuskan di sekitar Pulau Tatawa Kecil dan Batu Bolong, dengan radius sekitar 1,1 mil laut dan jangkauan kedalaman hingga 90 meter. Teknologi tersebut digunakan untuk menjangkau area yang sulit diakses penyelam.
Tangki Selam Ditemukan di Selatan Pulau PadarPada Jumat (16/10) pukul 11.45 WITA, kapal nelayan menemukan sebuah tangki selam yang terapung di perairan selatan Pulau Padar. Informasi penemuan tersebut diterima tim SAR pada pukul 12.22 WITA dan langsung ditindaklanjuti sebagai bagian dari perluasan area pencarian.
Keluarga korban yang turut serta dalam operasi juga menggelar doa bersama sebelum tim kembali melakukan penyisiran ke arah utara Pulau Padar.
Awal PeristiwaKapal tradisional pengangkut penumpang dengan tonase kotor (Gross Tonnage/GT) 51 tersebut mengalami kecelakaan pada Selasa (13/10/2026). Kapal terbalik dan tenggelam setelah melintasi pusaran arus.
Dari total 30 orang yang berada di atas kapal (Person on Board/POB), satu orang, yakni Veronica Beatrix Jessica, masih dalam pencarian.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran hingga 50 mil laut dari lokasi kejadian.
Pada pukul 07.30 WITA, unsur TNI AL dari KRI Satran Pulau Fani (PFN-731) Koarmada II yang bertolak dari Surabaya tiba di lokasi kejadian dan langsung bergabung dalam operasi pencarian.
Tim SAR gabungan membagi personel ke dalam sembilan Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran di permukaan laut menggunakan sejumlah kapal dan perahu.
Penyisiran juga dilakukan oleh RIB Pos SAR Manggarai Barat bersama keluarga korban di sekitar perairan utara Pulau Padar, Pulau Serai, dan Pulau Mawan guna memperluas jangkauan pencarian.






Komentar (0)