IHSG Lanjut Turun 5 Persen Pagi Ini, Saham Bank Besar dan Konglo Kompak ARB 7 Persen

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin (19/10/2026).

IHSG Lanjut Turun 5 Persen Pagi Ini, Saham Bank Besar dan Konglo Kompak ARB 7 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin (19/10/2026).

Hingga pukul 09.14 WIB, IHSG turun 5,16 persen ke level 4.917,55, level terendah sejak Oktober 2020.

Baca Juga:
Bursa Asia Melemah, Kekhawatiran Belanja AI Tekan Sektor Teknologi

Pelemahan ini menyusul tekanan jual besar-besaran pada Jumat (16/10) pekan lalu, ketika IHSG terkoreksi tajam 11,57 persen ke level 5.185.

Sentimen pasar masih dibayangi rencana MSCI mengonsultasikan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Baca Juga:
Indonesia Berisiko Jadi Standalone Market, Bagaimana Investor Ritel Bersikap?

Pada awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka di level 4.961,88. Namun, tekanan jual kembali membawa indeks turun hingga menyentuh level terendah 4.913,45.

Mayoritas saham berada di zona merah. Sebanyak 698 saham melemah, sementara 47 saham menguat dan 173 saham tidak berubah.

Tekanan jual turut menyasar saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun hingga batas auto rejection bawah (ARB) baru, 7 persen, tepatnya 6,86 persen dengan kontribusi penurunan IHSG sebesar 32,52 poin.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah hingga ARB 6,44 persen dan menyumbang 25,18 poin, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 4,13 persen dengan kontribusi 11,22 poin.

Di kelompok konglomerasi, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 6,95 persen dengan kontribusi penurunan IHSG sebesar 12,76 poin. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga terkoreksi 6,95 persen dan menyumbang 9,95 poin terhadap pelemahan indeks.

Saham-saham Grup Barito dan Grup Sinar Mas turut berada di zona merah.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 6,74 persen, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 6,91 persen, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terkoreksi 6,99 persen, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 6,64 persen.

Sementara itu, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melemah 6,58 persen dan menyumbang penurunan IHSG sebesar 11,58 poin. Tidak hanya itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 3,34 persen dengan kontribusi 5,70 poin.

Perdagangan hari ini juga diwarnai pemberlakuan penyesuaian batas Auto Rejection Bawah (ARB) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mulai Senin (19/10/2026) hingga 31 Desember 2026, batas ARB untuk saham dengan harga di atas Rp11 diturunkan dari sebelumnya 15 persen menjadi 7 persen.

Dengan batas ARB yang baru, saham-saham yang mengalami tekanan jual mendekati 7 persen bergerak di ambang batas penolakan otomatis tersebut.

Merespons pengumuman mendadak MSCI pada Jumat pekan lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dijadwalkan bertemu secara virtual dengan pengelola indeks saham global tersebut pada Senin (19/10/2026) sore untuk meminta klarifikasi terkait rencana perubahan klasifikasi pasar Indonesia.

Otoritas juga akan meminta penjelasan mengenai pertimbangan MSCI yang diumumkan di luar jadwal evaluasi reguler, serta perkembangan komunikasi dan pengakuan atas reformasi pasar modal yang telah dilakukan.

Hasil pertemuan dijadwalkan disampaikan kepada publik melalui konferensi pers. (Aldo Fernando)

 

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kakorlantas Polri Perintahkan Dirlantas Seluruh Polda Antisipasi Kelangkaan BBM
• 18 jam lalu
0
thumb
Mehrdad Akhlaqi Ketabchi Jadi Menteri Pertahanan Baru Iran, Langsung Peringatkan Trump
• 14 jam lalu
0
thumb
TelkomGroup Dukung Transformasi Indo-Pacific Digital Hub di Bali Tech Week
• 1 jam lalu
0
thumb
AS Imbau Warganya di Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan, Ada Apa?
• 2 jam lalu
0
thumb
Wamendagri Bima Dorong Penguatan Peran Humas Jembatani Pemerintah-Masyarakat
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.