Kepala tim keamanan sebuah kompleks perumahan di Guangzhou, Tiongkok, diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak-anak selama bertahun-tahun. Sejumlah anak menjadi korban. Pemberitaan media daratan Tiongkok dengan cepat memicu kemarahan publik. Namun, demi menjaga stabilitas sosial, otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) kemudian dilaporkan membatasi dan memblokir informasi terkait kasus tersebut.
EtIndonesia.com Pada 13 Oktober, media daratan Tiongkok memberitakan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak-anak yang melibatkan kepala tim keamanan di kompleks perumahan Agile Garden, Distrik Panyu, Guangzhou. Media Phoenix Net yang berbasis di Hong Kong juga sempat menerbitkan ulang pemberitaan tersebut.
Namun, saat ini sebagian besar artikel terkait sudah tidak dapat diakses dan menampilkan kesalahan “404”. Meski demikian, beberapa laporan singkat masih dapat ditemukan di sejumlah portal berita.
Diduga Menjebak Anak-Anak dengan Ponsel, Makanan Ringan, dan UangMenurut laporan, kasus ini mulai mendapat perhatian setelah seorang pemilik unit di kompleks tersebut mengirimkan sebuah unggahan panjang ke grup penghuni pada 11 Oktober.
Dalam unggahan itu, pemilik unit tersebut mengatakan bahwa ia menulis atas permintaan seorang temannya. Putri temannya itu disebut sangat berani karena, setelah mengalami kekerasan seksual oleh seorang petugas keamanan, ia melaporkan kejadian tersebut sendiri ke kantor polisi. Laporan itulah yang akhirnya mengungkap dugaan kejahatan yang sangat keji tersebut.
Unggahan itu menyebutkan bahwa petugas keamanan bermarga Cao, yang diduga sebagai pelaku, telah lama bertugas pada shift malam di kompleks perumahan tersebut. Ia ditangkap pada 27 September.
Menurut informasi yang disebutkan dalam laporan, pihak berwenang menemukan bahwa sejak sekitar tahun 2020, Cao diduga menggunakan ponsel, makanan ringan, dan uang untuk membujuk anak-anak, kemudian melakukan kekerasan seksual terhadap mereka secara berulang dalam jangka panjang. Ia juga diduga merekam hampir 200 video.
Sebuah kiriman panjang di grup obrolan warga. (Tangkapan layar)Sejauh ini, empat anak korban telah maju untuk memberikan kesaksian. Korban termuda dilaporkan baru berusia sekitar delapan atau sembilan tahun.
Pemilik unit yang mengunggah informasi tersebut mengatakan bahwa pelaku diduga telah melakukan kejahatan selama sedikitnya enam tahun dan kemungkinan jumlah korbannya jauh lebih banyak daripada yang telah terungkap.
Menurut unggahan tersebut, bukti yang tersedia saat ini hanya cukup untuk membuat tersangka dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Teman pemilik unit itu berharap lebih banyak korban berani tampil memberikan kesaksian agar pelaku dapat dijatuhi hukuman mati.
)Pihak pengelola properti memberikan tanggapan. (Tangkapan layar dari halaman web) Pihak Pengelola Kompleks Mengkonfirmasi PenangkapanSetelah itu, pengelola gedung dari perusahaan properti Agile Garden menerbitkan tanggapan resmi di grup penghuni. Pihak pengelola mengonfirmasi bahwa petugas keamanan tersebut telah ditangkap.
Pengelola juga menyatakan akan melakukan pemeriksaan internal dan memperketat pengawasan terhadap personel keamanan.
Menurut pemberitaan media daratan Tiongkok, tersangka bukanlah petugas keamanan biasa, melainkan kepala tim keamanan di kompleks perumahan tersebut.
Informasi ini membuat warganet mengaitkan kasus tersebut dengan dugaan keberadaan “kelompok berprivilege” di bawah pemerintahan PKT. Akibatnya, kritik publik dengan cepat mengarah kepada pengembang kompleks perumahan, Agile Group, serta perusahaan pengelola properti yang terafiliasi dengannya, A-Living Services, yang tercatat di bursa saham Hong Kong.
Pihak pengelola properti memberikan tanggapan. (Tangkapan layar dari halaman web) Tangkapan layar laporan dari media Tiongkok daratan)Media daratan Tiongkok menyebutkan bahwa kedua perusahaan yang terdaftar di bursa tersebut berada di bawah kendali keluarga Chen Zhuolin, yang dikenal sebagai keluarga pengusaha kaya asal Guangdong.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak oleh petugas keamanan bukanlah kejadian tunggal. Insiden serupa telah berulang kali dilaporkan di berbagai wilayah Tiongkok.
Pemberitaan dan Diskusi di Media Sosial Dilaporkan DihapusHingga kini, tangkapan layar unggahan pemilik unit serta laporan awal media daratan Tiongkok mengenai kasus tersebut dilaporkan telah diblokir atau dihapus.
Sebagian besar unggahan diskusi terkait di platform media sosial seperti Weibo juga telah diturunkan, dihapus, atau dikenai pembatasan komentar.
Sumber : NTDTV.com





Komentar (0)