BMKG: Awan Cumulonimbus Tersebar di 14 Kawasan Senin 19 Oktober 2026

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi awan Cumulonimbus (Cb) yang tumbuh menjulang dengan bentuk landasan (anvil) di atas wilayah pesisir. (Sumber: Ilustrasi AI/ChatGPT, 2026.)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG meminta pengguna transportasi udara mewaspadai potensi awan cumulonimbus di sejumlah kawasan Indonesia pada Senin (19/10/2026), mulai dari perairan sekitar Aceh dan Selat Malaka hingga Kalimantan dan Papua.

Penumpang diminta memantau informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan.

Prakirawan BMKG Nisa menyebut potensi awan hujan atau cumulonimbus terpantau di kawasan perairan dan daratan yang tersebar di wilayah barat hingga timur Indonesia.

"Untuk itu, selalu ikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan," kata Nisa dalam siaran prakiraan cuaca.

Baca Juga: BMKG: 18 Kota Hujan Hari Ini, Padang dan Tanjung Selor Berpotensi Disertai Petir

14 Daftar Wilayah Berpotensi Cumulonimbus

Berikut kawasan yang perlu diwaspadai pengguna transportasi udara berdasarkan prakiraan BMKG:

  1. Samudra Hindia barat Aceh
  2. Selat Malaka bagian utara
  3. Selat Malaka bagian tengah
  4. Sumatera Utara
  5. Sumatera Barat
  6. Riau
  7. Laut Natuna Utara
  8. Selat Karimata bagian utara
  9. Kalimantan Barat
  10. Kalimantan Tengah
  11. Papua
  12. Papua Tengah
  13. Papua Pegunungan
  14. Samudra Pasifik utara Papua

Awan cumulonimbus merupakan awan konvektif yang dapat berkembang dengan kuat dan berkaitan dengan cuaca. Karena itu, informasi cuaca terbaru dari bandara dan maskapai penting diperhatikan saat merencanakan perjalanan udara.

Siklon Tropis dan Bahaya Lain

BMKG juga memantau Siklon Tropis Champi di Samudra Pasifik bagian utara Papua Nugini. Sistem ini memiliki tekanan pusat 935 hektopaskal dengan kecepatan angin maksimum 105 knot atau sekitar 194 kilometer per jam, serta bergerak ke arah barat laut.

Siklon tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi di Laut Filipina, Samudra Pasifik utara Papua, dan di sekitar sistem siklon.

Namun, prakiraan BMKG tidak secara khusus menyatakan seluruh kawasan berpotensi cumulonimbus tersebut disebabkan langsung oleh Champi.

Selain potensi awan cumulonimbus, BMKG mengingatkan bahaya gelombang laut setinggi 2,5-4 meter di Samudra Hindia barat, dari Kepulauan Mentawai hingga Lampung, serta Samudra Hindia selatan, dari Banten hingga Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Cuaca Panas Landa Sebagian Wilayah Indonesia, Kapan Musim Hujan 2026?

Potensi banjir rob juga perlu diantisipasi di pesisir Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Masyarakat pesisir diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut.

Di sisi lain, BMKG mengingatkan cuaca kering masih mendominasi di sejumlah wilayah. Risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai, meskipun hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi secara lokal.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Danang Suryo Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • bmkg
  • awan cumulonimbus
  • wilayah berpotensi cumulonimbus
  • prakiraan cuaca BMKG
  • cuaca hari ini
  • Siklon Tropis Champi
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BI Checking Sudah Ganti, Begini Cara Cek Utang Online di Internet
• 2 jam lalu
0
thumb
Penanganan Dinilai Belum Maksimal, DPR Dorong Karhutla Ditetapkan sebagai Bencana Nasional
• 7 jam lalu
0
thumb
Penalti Panenka Mbappe Bikin Sevilla Tak Berkutik, Real Madrid Menang Telak 4-1
• 3 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Naik, Ini 7 Aplikasi Beli Emas Digital
• 12 jam lalu
0
thumb
Survei Adidaya: 60,3 persen publik puas kinerja Presiden Prabowo
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.