HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Toraja memprediksi musim hujan di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara, Sulawesi Selatan, baru akan mulai sekitar November 2026.
Sementara itu, suhu udara pada pagi hari masih terasa dingin, meski sinar matahari tampak terik.
Kondisi tersebut dirasakan warga di sejumlah wilayah Toraja pada Senin (19/10/2026). Suhu udara pada pagi hari dilaporkan mencapai sekitar 17 derajat Celsius, bahkan berpotensi lebih rendah di beberapa titik.
Di wilayah Batan, Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara, cuaca cerah dengan sinar matahari yang cukup terik mewarnai aktivitas masyarakat pada pagi hari.
Kepala BMKG Toraja, Amernurfitra Andi Rusdin, mengatakan awal musim hujan di wilayah Toraja diperkirakan terjadi pada November tahun ini.
Namun, masyarakat masih berpotensi mengalami gerimis lokal di sejumlah lokasi sebelum memasuki periode tersebut.
“Untuk saat ini hanya terkadang terjadi gerimis lokal di beberapa titik, meskipun durasinya sebentar. Prakiraan awal musim hujan sekitar November tahun ini. Semoga tidak berubah,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan memperhatikan kondisi kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga disarankan menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat.
Penggunaan masker dapat dipertimbangkan sesuai kondisi lingkungan dan aktivitas masing-masing.
Berdasarkan prakiraan BMKG Toraja, kondisi cuaca dari pagi hingga malam dan berlanjut sampai dini hari diprediksi cerah berawan.
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 18 hingga 37 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara 40–90 persen.
Sementara itu, angin bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan sekitar 10–35 kilometer per jam.
Masyarakat diimbau tetap memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG, mengingat kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. (edy)






Komentar (0)