REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Kajian Hukum (LASKUM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (FH UMJ) berhasil meraih juara 3 dalam kompetisi Legal Opinion pada Asian Law Student Association (ALSA) Festival 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi pada 6 Agustus hingga 3 Oktober 2026.
Kompetisi Legal Opinion mengangkat subtema “Batas Advokasi Digital dalam Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online: Menyeimbangkan Kepentingan Publik dan Perlindungan Privasi Korban.” Melalui subtema tersebut, peserta ditantang untuk mengkaji batas advokasi digital dalam mengungkap kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO), khususnya dalam menyeimbangkan kepentingan publik untuk memperoleh informasi dengan hak korban atas perlindungan privasi.
Baca Juga
Dua Pakar UMJ Soroti Polemik Ijazah Gibran, antara Etika Politik dan Perspektif Hukum
Perkuat Peran Orang Tua dalam Pendidikan, UMJ Bangun Sinergi dengan Wali Mahasiswa Baru
Satu-satunya di PTS dan PTMA, UMJ Sabet Bronze Winner Anugerah Humas Indonesia 2026
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim LASKUM FH UMJ mengkaji aspek pertanggungjawaban hukum para pihak yang terlibat serta penerapan peraturan yang relevan. Analisis ini diarahkan untuk memahami bagaimana advokasi digital dapat mendukung upaya memperjuangkan keadilan tanpa mengesampingkan perlindungan terhadap korban.
Tim yang mewakili LASKUM FH UMJ dalam kompetisi tersebut terdiri atas tiga mahasiswa angkatan 2024, yaitu Aira Salsabila, Alika Nasywa Nirwasita, dan Saskia Nur Khansa. Aira menjelaskan timnya telah menyusun argumentasi hukum yang tidak hanya kuat secara yuridis, tetapi juga tetap mempertimbangkan kepentingan publik dan hak privasi korban.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Hal ini kami lakukan agar advokasi digital dapat menjadi sarana untuk memperjuangkan keadilan tanpa mengabaikan hak dan perlindungan korban,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis (15/10/2026).
Aira menjelaskan tim terlebih dahulu mempelajari subtema kompetisi dan membagi tugas riset kepada setiap anggota. Persiapan dilakukan melalui penelusuran literatur hukum, penelaahan peraturan perundang-undangan, serta pengkajian kasus yang berkaitan dengan isu yang diangkat.
Lebih lanjut, ia menunjukan dari hasil riset tersebut menjadi dasar bagi tim untuk menyusun legal opinion yang memuat analisis permasalahan dan rekomendasi hukum. Setelah penyusunan materi, tim melanjutkan persiapan dengan memperdalam argumentasi serta mematangkan presentasi melalui diskusi, evaluasi, dan penyempurnaan secara bersama.
Rangkaian persiapan tersebut mengantarkan tim LASKUM FH UMJ menembus babak final hingga berhasil meraih juara 3. Pencapaian ini menjadi hasil dari upaya tim dalam membangun argumentasi hukum yang didukung landasan yuridis serta penyelesaian masalah yang komprehensif dan solutif.
“Bagi kami, pencapaian ini tidak hanya merepresentasikan hasil akhir, melainkan juga buah dari kerja sama tim, dedikasi, serta proses pembelajaran yang sangat berharga,” ungkapnya.
Di balik pencapaian tersebut, tim menghadapi tantangan dalam memahami kompleksitas kasus dan menentukan sudut pandang hukum yang tepat. Perbedaan perspektif selama proses analisis menjadi bagian dari pembelajaran yang mendorong setiap anggota untuk mengkaji permasalahan secara lebih mendalam.
“Untuk mengatasinya, kami banyak berdiskusi, saling bertukar pendapat, dan membagi tugas supaya setiap bagian bisa dikaji dengan baik,” tuturnya.
Pengalaman selama kompetisi memberi kesempatan untuk memperluas perspektif dalam memahami persoalan hukum sekaligus memperkuat kerja sama tim. Aria mengatakan momen paling berkesan adalah ketika bertukar pikiran, menghadapi tantangan bersama, dan belajar memahami suatu persoalan hukum dari berbagai sudut pandang.
Keikutsertaan dalam ALSA Festival 2026 didorong oleh keinginan tim untuk memperoleh pengalaman baru di luar lingkungan kampus sekaligus menguji penerapan teori hukum dalam menghadapi kasus yang kompleks. Selain mengembangkan kemampuan analisis, kompetisi ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas relasi melalui pertemuan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan berpartisipasi dalam berbagai perlombaan guna meraih prestasi yang lebih baik serta membawa nama baik fakultas dan universitas,” ujarnya.
Komentar (0)