Pantau - Ketua Komite Penyelenggara Asian Games dan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 (AINAGOC) Hideaki Ohmura menegaskan bahwa dukungan langsung penonton menjadi sumber semangat penting bagi para atlet disabilitas yang bertanding dalam Asian Para Games 2026 di Jepang pada 18–24 Oktober.
Pernyataan tersebut disampaikan Ohmura saat memberikan sambutan dalam upacara pembukaan Asian Para Games 2026 di Stadion Atletik Nagoya City Mizuho Park, Prefektur Aichi, Jepang, Minggu (18/10/2026).
"Dukungan dari kalian semua adalah energi terbesar bagi para atlet," kata Ohmura di hadapan peserta dan penonton upacara pembukaan.
Gubernur Prefektur Aichi itu menilai kehadiran masyarakat di arena pertandingan dapat memberikan dorongan moral bagi para atlet yang telah menjalani berbagai tantangan selama masa persiapan.
Asian Para Games 2026 sekaligus menjadi penyelenggaraan pertama ajang olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut di Jepang sejak kompetisi dimulai pada 2010.
Jepang Kembali Sambut Penonton Setelah Paralimpiade Tokyo Tanpa Penonton UmumOhmura mengingatkan bahwa Jepang sebelumnya menjadi tuan rumah Paralimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung tanpa kehadiran penonton umum akibat pembatasan selama pandemi COVID-19.
Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak dapat memberikan dukungan secara langsung dari tribun pertandingan.
Melalui Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan perjuangan atlet disabilitas dalam kompetisi internasional.
Menurut Ohmura, kehadiran penonton bukan sekadar memeriahkan pertandingan, tetapi juga menjadi bagian penting dari pengalaman para atlet selama mengikuti kejuaraan.
Ia berharap dukungan langsung masyarakat dapat meningkatkan semangat peserta sekaligus memperluas pemahaman publik terhadap kemampuan dan perjuangan atlet penyandang disabilitas.
Asian Para Games 2026 Usung Semangat Masyarakat InklusifOhmura menegaskan bahwa penyelenggaraan Asian Para Games memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar memperebutkan medali.
Ajang tersebut juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih menghargai keberagaman dan membangun sikap saling menghormati.
"Tujuan terbesar dan warisan yang ingin kita capai melalui penyelenggaraan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 adalah menyatukan hati serta mentransformasikan kesadaran dan tindakan masyarakat demi mewujudkan masyarakat inklusif yang saling menghormati keberagaman," katanya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari semangat penyelenggaraan Asian Para Games 2026 melalui slogan Imagine One Heart.
Slogan itu mengajak atlet, penonton, sukarelawan, dan masyarakat untuk memahami perjuangan penyandang disabilitas serta memperkuat persatuan melalui olahraga.
Ohmura berharap pertandingan yang berlangsung selama tujuh hari dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap keberagaman.
Indonesia Turunkan 103 Atlet dan Targetkan Tujuh Medali EmasKontingen Indonesia turut mengikuti upacara pembukaan Asian Para Games 2026 di Nagoya pada Minggu.
Sebanyak 103 atlet Indonesia dijadwalkan bertanding dalam 12 cabang olahraga sepanjang penyelenggaraan kompetisi.
Indonesia memasang target meraih tujuh medali emas, delapan medali perak, dan 17 medali perunggu dalam ajang tersebut.
Para atlet dan ofisial Indonesia mengikuti defile kontingen sebagai bagian dari rangkaian pembukaan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Asian Para Games 2026 berlangsung hingga 24 Oktober dengan mempertemukan atlet penyandang disabilitas dari berbagai negara Asia.
Penyelenggara berharap dukungan penonton selama kompetisi dapat memberikan semangat bagi seluruh peserta sekaligus memperkuat pesan inklusivitas dalam olahraga.





Komentar (0)