Cek Kesehatan Gratis Masuk Sekolah, Deteksi Penyakit Sejak Dini

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Ekosistem pendidikan kini tak sekadar menjadi ruang belajar akademik, tetapi juga benteng pertahanan kesehatan bagi generasi muda. Memasuki tahun kedua pemerintahan Prabowo-Gibran, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kian agresif menyasar anak usia sekolah demi mencetak generasi pelajar yang sehat secara fisik dan tangguh menatap masa depan.

Fokus pada sektor pendidikan ini terlihat dari langkah strategis Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono. Saat memantau pelaksanaan CKG di SMP Negeri 202 Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis, 15 Oktober 2026, ia menekankan urgensi menjadikan sekolah sebagai lokasi skrining.

Pendekatan ini dinilai ampuh untuk mendeteksi dini faktor risiko maupun kondisi prapenyakit yang dapat mengganggu konsentrasi dan prestasi belajar siswa. "Melalui pelaksanaan program CKG ini, kondisi kesehatan peserta didik diharapkan dapat diketahui sejak dini sehingga langkah penanganan yang tepat dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan, kita harus sehat,” ujar Sugiono dalam siaran persnya, dikutip di Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026. Lompatan Signifikan Secara nasional, manuver proaktif ini membuahkan hasil masif. Kementerian Kesehatan mencatat lompatan signifikan dengan lebih dari 105 juta penduduk telah tersentuh layanan CKG hingga awal Oktober 2026, naik dari angka 99,1 juta pada bulan sebelumnya.

Capaian ini sejalan dengan visi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang ingin memutus rantai kebiasaan lama. Edukasi kesehatan sejak dari bangku sekolah diharapkan mampu mengubah mindset masyarakat dari sekadar mengobati penyakit menjadi mencegah datangnya penyakit.

“Cek kesehatan gratis ingin menjaga agar masyarakat tetap sehat. Jangan hanya mengobati pada saat sakit. Kalau bisa jangan sampai sakit,” ujar Menkes. 
 

Baca Juga :

Dampak Asap Karhutla, Sekolah di Sumut Gelar PJJ 16-21 Oktober 2026

Ke depannya, efektivitas CKG di institusi pendidikan akan sangat bergantung pada sinergi lintas sektoral. Kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, tenaga kesehatan, sekolah, hingga peran aktif keluarga menjadi kunci utama. Ekosistem yang suportif ini akan memastikan setiap pelajar tidak hanya rutin dipantau kesehatannya, tetapi juga mendapat penanganan cepat jika dibutuhkan, sehingga mereka bebas mengeksplorasi potensi tanpa terhalang masalah kesehatan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Cek Kesehatan Gratis Masuk Sekolah, Deteksi Penyakit Sejak Dini Klik untuk baca: https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/MkM5Zlpk-cek-kesehatan-gratis-masuk-sekolah-deteksi-penyakit-sejak-dini

(CEU)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Ungkap Kronologi Kericuhan Suporter saat Persita vs Persija di BIS
• 6 jam lalu
0
thumb
Waduh! Lebih dari 75% Anak Disabilitas Belum Mendapat Akses Pendidikan Kesehatan Reproduksi yang Memadai
• 4 jam lalu
0
thumb
Irjen Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia karena Sakit, Akan Dimakamkan Besok
• 4 jam lalu
0
thumb
Hasil Liga Italia: Milan Bekuk Atalanta 3-2 di Giuseppe Meazza
• 1 jam lalu
0
thumb
Italia Selidiki Menhan Israel Soal Dugaan Penganiayaan Aktivis Global Sumud
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.