Survei PPI Ungkap Tiga Wajah Kinerja Pejabat: Pangan Amran, Kerja Teddy, dan Timnas Erick

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Survei PPI Ungkap Tiga Wajah Kinerja Pejabat: Pangan Amran, Kerja Teddy, dan Timnas ErickNasional | sindonews | Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:30Dengarkan Berita

Seorang pejabat negara dinilai berkinerja baik oleh masyarakat karena berbagai hal. Ada yang diapresiasi karena kebijakan pangan, ada yang dinilai melalui karakter dan cara kerja, bahkan pengakuan berkat perkembangan olahraga nasional.

Gambaran tersebut tercermin dalam Survei Nasional “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang dilakukan Parameter Politik Indonesia (PPI). Dalam survei yang dipaparkan Direktur PPI Adi Prayitno itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Erick Thohir masuk tiga besar menteri atau pejabat negara yang dinilai memiliki kinerja terbaik.

Baca juga: Survei PPI: Kepuasan Publik atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 65,2 Persen

"Andi Amran Sulaiman menempati posisi pertama dengan 15,4 persen, diikuti Teddy Indra Wijaya sebesar 14,5 persen, dan Erick Thohir sebesar 6 persen," kata Adi Prayitno di Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Baca Juga:HUT Ke-28 PAN, Prabowo Ingatkan Ancaman Terhadap Demokrasi: Bisa Dibajak dan Dibeli

Temuan ini menarik karena ketiganya mendapatkan apresiasi melalui karakteristik yang berbeda. Amran menonjol melalui isu swasembada pangan, Teddy melalui persepsi tentang etos kerja dan komunikasi pemerintahan, sedangkan Erick melalui penilaian terhadap perkembangan Timnas Indonesia.Hasil tersebut memperlihatkan beragamnya ekspektasi masyarakat terhadap pejabat publik: kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar, cara kerja yang dianggap efektif, serta hasil yang dapat dilihat dan dirasakan.

Baca juga: Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB Antonio Guterres di HambalangSwasembada Pangan Jadi Ukuran KeberhasilanBagi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, isu pangan menjadi faktor paling menonjol dalam membentuk penilaian positif masyarakat. Dari responden yang menilai Amran berkinerja baik, sebanyak 29,6 persen menyebut swasembada pangan sebagai alasan. Sebanyak 17,6 persen lainnya menyebut pupuk murah dan berlimpah.

Baca Juga:Tongkat Komando Polres Pematangsiantar Berganti, AKBP Dhana Gantikan AKBP Sah Udur

Alasan berikutnya adalah kerjanya terlihat sebesar 9,7 persen, tidak melakukan pencitraan 7,2 persen, kebijakannya bagus 6,7 persen, serta sering turun ke lapangan 5,4 persen. Besarnya penilaian terhadap swasembada pangan menunjukkan bahwa sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat memiliki tempat penting dalam evaluasi terhadap kinerja pemerintah.

Pangan bukan sekadar persoalan produksi pertanian, melainkan juga berkaitan dengan ketersediaan bahan pokok, stabilitas harga, kesejahteraan petani, dan ketahanan ekonomi rumah tangga. Karena itu, penilaian terhadap Amran dapat dibaca sebagai cerminan pentingnya isu ketahanan pangan dalam persepsi publik.

Meski demikian, persepsi positif tersebut tetap perlu dilihat bersama indikator objektif, seperti produksi, distribusi, harga, dan keterjangkauan pangan.Etos Kerja Daya Tarik UtamaBerbeda dengan Amran yang banyak diapresiasi melalui kebijakan pangan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memperoleh penilaian positif terutama karena persepsi terhadap karakter kerjanya. "Teddy menempati posisi kedua dengan 14,5 persen. Ketika responden yang menilai Teddy berkinerja baik ditanya mengenai alasannya, jawaban terbesar adalah “sedikit bicara, banyak bekerja” sebesar 19,6 persen," tutur Adi.

Baca Juga:Update Gempa M 5,1 Guncang Bayah Banten, Terasa hingga Sukabumi

Berikutnya, 15,6 persen menyebut penampilan Teddy yang tampan dan gagah, 11,9 persen mengapresiasi kemampuannya mengomunikasikan program pemerintah, 10,1 persen menyebut dirinya sering muncul di media, dan 8,7 persen menilai hasil kerjanya terlihat.Sementara itu, alasan lain mencakup cara bicara yang mudah dimengerti sebesar 5,6 persen, rajin dan profesional 4,1 persen, sering turun ke lapangan 3,4 persen, serta cerdas dan pintar 3,1 persen.

Temuan tersebut memperlihatkan kombinasi menarik dalam persepsi publik terhadap Teddy. Di satu sisi, ia diasosiasikan dengan karakter kerja yang tidak banyak mengumbar pernyataan. Di sisi lain, kemampuannya menyampaikan informasi mengenai program pemerintah juga mendapat apresiasi.

Bagi seorang Sekretaris Kabinet, kedua aspek tersebut relevan dengan tugas mendukung koordinasi penyelenggaraan pemerintahan dan memastikan agenda Presiden dapat dikomunikasikan secara jelas.

Penilaian sedikit bicara, banyak bekerja memang merupakan persepsi responden, bukan ukuran langsung atas produktivitas birokrasi. Namun, temuan ini menunjukkan bahwa karakter kerja yang dianggap efektif memiliki daya tarik tersendiri di mata sebagian masyarakat.

Baca Juga:Jawab Fitnah Pakar, Prabowo Kutip Surat Al-Baqarah Ayat 191

Posisi Teddy di urutan kedua juga menjadi modal positif untuk terus memperkuat kepercayaan publik, terutama melalui koordinasi lintas kementerian, penyampaian informasi yang mudah dipahami, serta hasil kerja yang semakin konkret.Timnas Membentuk Persepsi PositifDi posisi ketiga, Erick Thohir memperoleh penilaian sebesar 6 persen. Alasan terbesar responden yang menilainya positif adalah persepsi bahwa Timnas Indonesia semakin bagus, dengan angka 15,6 persen.

Berikutnya, masing-masing 7,8 persen menyebut keberhasilan masuk final ASEAN Cup dan hasil kerja yang terlihat. Sebanyak 6,7 persen menyebut keberhasilan menyingkirkan Malaysia, sementara 6,3 persen menyebut penampilan Erick yang tampan dan gagah.Alasan lainnya adalah kebijakannya bagus sebesar 5,1 persen, cerdas dan pintar 4,9 persen, memajukan olahraga 3,5 persen, serta kemenangan dengan sembilan gol dan juara ASEAN Cup yang masing-masing disebut oleh 2,5 persen responden.

"Temuan tersebut memperlihatkan bahwa sepak bola memiliki pengaruh kuat dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap figur yang berkaitan dengan pengelolaan olahraga nasional," ucap Adi.

Baca Juga:Kabar Baik! Denda Pajak Kendaraan dan Progresif di Jateng Dibebaskan Mulai 21 September

Namun, capaian olahraga tetap perlu dinilai melalui hasil kompetisi, perkembangan pembinaan atlet, kualitas tata kelola, dan keberlanjutan prestasi, bukan hanya popularitas atau hasil pertandingan tertentu.3 Pendekatan, Satu TantanganJika dibandingkan, ketiga pejabat tersebut merepresentasikan tiga pendekatan berbeda dalam memperoleh apresiasi publik. Amran menonjol melalui agenda pangan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Teddy mendapatkan penilaian positif melalui persepsi tentang etos kerja dan kemampuan komunikasi pemerintahan. Erick memperoleh apresiasi terutama dari persepsi mengenai perkembangan sepak bola nasional.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa penilaian masyarakat terhadap pejabat negara tidak hanya ditentukan oleh jabatan, tetapi juga oleh isu yang mereka tangani dan bagaimana hasilnya dipersepsikan publik.

Bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, temuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan kebijakan perlu diikuti hasil yang terukur dan komunikasi yang efektif. Program pemerintah tidak cukup hanya dirancang atau diumumkan, tetapi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.Survei PPI juga menanyakan pendapat masyarakat mengenai pergantian menteri yang beberapa kali dilakukan Presiden Prabowo. Hasilnya, 62,2 persen responden menyatakan setuju, 14,7 persen tidak setuju, dan 23,1 persen tidak menjawab.

Mayoritas persetujuan tersebut menunjukkan adanya dukungan publik terhadap ruang evaluasi dalam pemerintahan. Namun, dukungan terhadap pergantian menteri tidak serta-merta berarti seluruh responden menyetujui setiap pergantian yang dilakukan.

Pada akhirnya, keberhasilan pejabat publik perlu dibuktikan melalui konsistensi kinerja, pencapaian target, dan manfaat kebijakan bagi masyarakat.

Survei Nasional “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” dilakukan terhadap 1.200 responden di 38 provinsi melalui wawancara tatap muka pada 26 September hingga 6 Oktober 2026, dengan margin of error sebesar ±2,83 persen.

Tiga besar hasil survei tersebut memberikan satu pelajaran penting, yakni publik mengapresiasi beragam bentuk kinerja, mulai dari kebijakan pangan, etos kerja, hingga perkembangan olahraga. Bagi Teddy Indra Wijaya, penilaian positif atas karakter “sedikit bicara, banyak bekerja” menjadi modal untuk terus membuktikan peran strategisnya dalam mendukung efektivitas pemerintahan.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
7 Sifat Orang yang Namanya Berawalan F dalam Hubungan
• 2 jam lalu
0
thumb
​Tragedi Mandi Sungai: Ibu Muda 17 Tahun Lenyap Diseret Arus Deras Pantai Labu
• 2 jam lalu
0
thumb
BMW Cup Round 5 Sajikan Persaingan Kompetitif di Sirkuit Mandalika
• 5 jam lalu
0
thumb
2 Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi
• 3 jam lalu
0
thumb
Reaksi Pelatih Persebaya usai Bajul Ijo Gagal Menang di Kandang Sendiri: Saya Frustasi dengan Hasil Ini
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.